Sabtu, 8 Agustus 2026

Mampukah Indonesia Ikuti Sukses Redenominasi Turki?

PALU EKSPRES, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus mematangkan rencana memberlakukan redenominasi. Sebelum merealisasikan redenominasi, bank sentral akan mengedarkan pecahan uang transisi. Namun, hal itu baru diterapkan setelah Undang-Undang Redenominasi berlaku.

Pada masa transisi itu, BI akan mengedarkan pecahan uang transisi dengan gambar serupa pecahan uang lawas. Perbedaannya, angka nol dalam nominal itu akan diubah. Bisa dengan menghapus atau memodifikasi ukuran nol.Meski begitu, pecahan uang lama masih tetap berlaku sepanjang masa transisi.

”Nanti apakah nolnya hilang atau dikecilin, uang, dan gambarnya tetap sama,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi.

Langkah serupa pernah diambil Turki pada 2005 silam. Saat itu, Turki sukses melakukan redenominasi dengan mengubah denominasi 1.000.000 lira menjadi 1 lira. Nah, setelah masa transisi tuntas, seluruh pecahan uang beredar akan berganti menjadi pecahan redenominasi.

Proses itu bisa terjadi secara otomatis mengingat BI secara rutin juga menarik uang rusak atau tidak layak edar dan mengganti dengan yang baru. Suhaedi menjelaskan, redenominasi berbeda dengan pengguntingan nilai uang atau sanering.

Artinya, redenominasi tidak akan mengurangi kemampuan uang untuk membeli suatu barang. Sebagai contoh, kalau sebelum redenominasi harga suatu barang Rp 1 ribu per unit, dengan hilang tiga nol di belakang harga barang itu setara dengan Rp 1.

Gubernur BI Agus Martowardojo berharap RUU Redenominasi dapat memperoleh dukungan pemerintah dan DPR tahun ini. Dengan begitu, edukasi dan sosialisasi bisa dilakukan mulai 2018 dan 2019. Tahun depan dan 2019 merupakan tahun persiapan untuk berlaku 1 Januari 2020. ”Jadi, 1 Januari 2020 hingga 2024 adalah masa transisi,” kata Agus.

Penarikan uang lama akan dilakukan perlahan pada 2025 hingga 2029. Dengan begitu, ada periode sekitar sebelas tahun berjalan redenominasi. Redenominasi, kata Agus, penting untuk membuat persepsi terhadap perekonomian Indonesia lebih baik, efisiensi. Selain itu, juga membuat rupiah sejajar dengan mata uang dunia lain.

(far/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital