oleh

Protes Penembakan, Puluhan Warga Demo Polres Touna

PALU EKSPRES, AMPANA – Puluhan warga yang tergabung dalam Lembaga Pemuda Peduli Narkoba (LP2N) melakukan aksi damai di depan kantor Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-una (Touna) di Jalan Merdeka, Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, Selasa (25/7).

“Tujuan kami melakukan aksi di depan Polres Touna guna mempertanyakan kepada Kapolres Touna terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan oknum anggota Polres Touna, yang mana menyeret nama Kasat Narkoba yang diduga telah menerima suap dari bandar Narkoba yang hingga saat ini belum ditahan,” kata Koordinator lapangan, Moh Rusli saat melakukan orasi di depan Polres Touna.

Lanjut Rusli, pihaknya juga mempertanyakan kepada Kapolres Touna terkait penembakan oknum anggota Polres Touna terhadap seorang warga bernama Ateng yang terlibat perkelahian antarwarga. Di mana pada saat ditangkap, Ateng diseret dengan kasar ke dalam mobil dalam keadaan mata ditutup. Dan, saat di dalam mobil, Ateng didor kakinya.

“Apakah ini sesuai perintah Kapolres atau sebagai salah satu tindakan kesewenang-wenangan yang diambil oleh oknum kepolisian Polres Touna pada saat bertugas menangkap saudara Ateng. Ini merupakan pelanggaran HAM,” teriak Uci nama panggilan Moh Rusli.

Sementara itu Wakapolres Touna, Kompol Muhamad Jufri, SH mewakili Kapolres Touna, saat menerima massa mengatakan, terkait kasus narkoba yang melibatkan anggotanya, saat ini sedang ditangani oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng. Oknumnya, baik masyarakat atau anggota itu sudah ditahan.

“Terkait Kasat Narkoba ada pertimbangan hukum dari pihak BNNP Sulteng, dimana ancaman hukuman apa yang dilakukan hanya 1 tahun. Sehingga berdasarkan aturan bahwa ancaman 1 tahun tidak boleh ditahan. Namun demikian prosesnya tetap berlanjut baik secara pidana narkoba maupun secara proses disiplin,” terangnya.

Dia juga mengatakan, sementara terkait penembakan terhadap Ateng, pihaknya sudah memerintahkan Provos untuk melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya pelanggaran. Apabila terbukti ada pelanggaran, tentunya anggota tersebut akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

Adapun keberatan keluarga Ateng atas perawatan tersangka di RS Bhayangkara Palu, itu semata-mata dilakukan untuk perawatan terhadap tersangka, bukan ditahan di Palu.
“Setelah kondisinya sudah membaik akan secepatnya dipulangkan, sebab proses hukumnya di Polres Touna,” ungkapnya.

(mg3/Palu Ekspres)

News Feed