Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Tampar 11 Siswa, Kepsek Masuk Bui

terdakwa korupsi

PALU EKSPRES, SAMARINDA – Kepala sekolah (kepsek) salah satu SMP di kawasan Loa Janan Ilir Sofian Nanang (53) dinyatakan bersalah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Meilany Magdalena berhasil membuktikan perbuatan Sofian melanggar pidana sesuai dakwaan yang disampaikan.

Sofian didakwa melanggar pasal 80 ayat 1 jo pasal 76C Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sofian dituntut kurungan penjara dua bulan oleh Meilany.

Majelis hakim yang dipimpin Edy Toto Purba didampingi hakim anggota R Yoes Hartyarso dan Joni Kondolole kemudian menjatuhkan vonis kurungan penjara satu bulan dan 15 hari kepada Sofian. Atas putusan tersebut, baik Sofian maupun JPU sama-sama menerimanya.

“Yang pasti kami menuntut perkara ini berdasarkan hati nurani. Bisa mewakili pihak korban maupun terdakwa, serta bisa memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat,” ujar Meilany, Kamis (10/8).

Pertimbangan lainnya, selama proses persidangan berlangsung, Sofian sudah mengakui dan menyesali perbuatannya. Dalam persidangan Sofian juga sempat meminta maaf langsung kepada sebelas murid yang ditamparnya.

“Status terdakwa sebagai guru sudah mengabdi 28 tahun dan tulang punggung keluarga, juga pertimbangan kami menyampaikan tuntutan,” tutur Meilany.

Sofian didudukkan sebagai terdakwa karena menganiaya sebelas murid di tempat seorang anaknya menuntut ilmu, Sabtu (18/3). Sofian tak kuasa mengendalikan emosi akibat anaknya berinsial WD mengaku diolok.

WD sebenarnya satu kelas dengan teman-temannya yang dianggap mengolok. WD melapor kepada Sofian yang menjadi kepala sekolah di SMP lain tak jauh dari tempatnya belajar.

Sofian sebenarnya sempat datang ke sekolah tempat anaknya belajar dan menanyakan ke wali kelas. Namun, saat itu wali kelas mengaku belum dapat laporan. Sofian kemudian melapor ke guru BP di sekolah anaknya.

Akhirnya guru BP memanggil teman-teman WD untuk melakukan klarifikasi. Namun, saat siswa-siswi itu datang, Sofian malah disebut menampar.

(rin/nha)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital