Jumat, 18 September 2026

Salut, Para TKI Ini Telah Dirikan 57 Musala dan Ingin Punya Masjid di Korsel

PALU EKSPRES, MAKKAH – Wukuf di Maktab 96 Arafah, Kamis, 31 Agustus 2017, ada satu rombongan jamaah haji berbendera Korea dan Jepang. Di tas cangklong mereka yang diselempangkan di pakaian ihram, juga ada bendera Korea-nya.

Zaenal Muttaqin, Makkah

MEREKA adalah para lelaki yang kulitnya tidak kuning, sebagaimana lazimnya lelaki Korea. Kulit mereka agak gelap. Wajah mereka seperti kebanyakan wajah pemuda Indonesia.

Ketika didekati, mereka ternyata berbahasa Jawa. Ketika mereka diajak kenalan, salah satunya bernama Agus, 35, asal Madiun. Dia sudah 4,5 tahun bekerja di pabrik pulpen di Seoul. Heru Vinun, 37, asal Trenggalek, sudah 10 tahun bekerja di perakitan mesin di Seoul. Hamid Maulana Yusuf, 39, asal Lampung, sudah 12 tahun berprofesi welder (ahli las) di Seoul. Dan, Nurcholis, 39, asal Ponorogo, sudah 4 tahun bekerja di pabrik makanan, juga di Seoul.

Menurut mereka, ada 20 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berhaji bersama rombongan mereka. Mereka berhaji dengan menggunakan jasa ONH Plus Golden Bridge milik Dyastriningrum Subandiati, perempuan asal Jogja yang sejak 10 tahun lalu mengelola ONH Plus di Seoul, Korsel.

Ongkos yang harus mereka bayar untuk berhaji ONH Plus dari Seoul per orang 4,5 juta won, setara Rp 50 juta. Di maktab 96 itu, juga ada rombongan ONH Plus asal Indonesia yang biayanya satu orang sekitar Rp 225 juta.

Menurut Agus, semangat beragama kebanyakan TKI di Korsel sangat tinggi. Terbukti, sudah ada 57 musala yang didirikan para TKI di seluruh Korsel. Sebanyak 50 musala masih sewa dan 7 musala dari gedung yang mereka beli. Di antara 7 gedung itu, ada yang berharga 600 juta won, setara lebih dari Rp 6 miliar.

Bangunan berlantai lima itu sekarang digunakan untuk bermacam kegiatan keislaman. Ada juga ruang untuk belajar kajian Islam. ”Kami akan membangun masjid Indonesia di Seoul, di dekat Central Station Seoul,” kata Agus. Masjid itu diperkirakan bisa digunakan pada 2020. ”Sekarang kami masih terus menghimpun dana dari para TKI di Korsel,” ujar Agus.

Menurut Agus, para TKI di Korsel bergaji di kisaran Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Biaya hidup mereka rata-rata setiap bulan Rp 5 juta. ”Kami semua keluarga muslim di Korsel kebanyakan masak sendiri di rumah untuk menjaga kehalalannya,” kata Agus.

Kalaupun sesekali makan di luar, ”Kami pilih makan di restoran Indonesia karena sudah kenal.” Dalam beribadah sehari-hari, hampir tidak ada kendala. ”Kecuali salat Jumat, kami hanya bisa jika sedang kerja malam atau libur,” kata Heru Vinun.

Namun, ada juga perusahaan yang memperbolehkan karyawan muslim salat Jumat pada hari kerja. ”Saya bisa salat Jumat seperti di Indonesia. Tidak ada masalah,” sambung Hamid Maulana Yusuf.

(zam)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam