Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Lore Lindu Diusulkan Warisan Budaya Dunia

PALU EKSPRES, PALU – Focus Discussion Group (FGD) digelar bersama jajaran Pemprov Sulteng dan pengelola kawasan taman nasional Lore Lindu, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI. FGD juga melibatkan ?Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo. FGD yang dibuka Asisten Administrasi Umum dam Organisasi Pemprov Sulteng.

Muliono digelar untuk mempersiapkan kawasan megalitik Lore Lindu di Kabupaten Poso dan Sigi untuk menjadi warisan dunia. Gubernur Sulteng melalui Asistennya, Muliono, berharap FGD merupakan upaya agar nilai warisan budaya dapat terus dihargai dan dilestarikan.
Muliono berharap pemangku kepentingan dalam FGD dapat menemukan solusi atas permasalahan pelestarian Lore Lindu dengan sebuah langkah yang kongkrit.

“Kiranya mampu mencurahkan tenaga dan pikiran dalam memaksimalkan kesempatan ini. Agar hasilnya bisa berimplikasi dalam melestarikan, mengenalkan dan mempromosikan kawasan megalitik Lore Lindu ke internasional,”tandasnya.

Kepala BPCB Gorontalo, Zakaria Kasimini menyebut FGD bertujuan agar instansi terkait bersama masyarakat dapat memahami arti penting sebuah usaha pelestarian cagar budaya. “Agar situs-situs di kawasan itu terhindar dari segala bentuk pengrusakan, baik lingkungan dan juga objek cagar budaya itu sendiri,”kata Zakaria.

Menurutnya, dari FGD kemudian bisa terbit pedoman dan aturan kerjasama ntara pusat dan daerah bidang pelestarian cagar budaya.

Dia menjelaskan, cagar budaya Lore Lindu yang mencakup 2 kabupaten dan 7 kecamatan itu memiliki sedikitnya 7 situs cagar budaya peninggalan. Sebarannya antara lain Kabupaten Poso Lembah Bada, Lembah Behoa, Lembah Napi dan di Kabupaten SIGI yaitu Danau Lindu 2018 nanti ditargetkan zonasi dan delineasi serta penetapan cagar budaya dalam sebuah peraturan daerah (perda).

Serta mengusulkan kawasan itu ke Unesco untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Dasar konstitusionalnya antara lain Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya serta diperkuat lagi dengan Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid yang hadir dalam FGD mengapresiasi usaha pelestarian dan memajukan budaya ini. Usaha itu katanya merupakan sebuah peroses yang cukup panjang. Tak semudah membalikan telapak tangan dan perlu kerjasama semua pihak.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital