Hingga sekarang, telah ditandatangani juga kerjasama operasional (KSO) antara PT BPST dan PT. STM Tunggal Jaya sebagai mitra strategis utama dan telah selesai melakukan pemutakhiran Master Plan KEK Palu & Pre-Feasibility Study System Penyediaan Air Bersih di Sungai Wombo oleh Korea Engineering Consultant Corporation (KECC), dan finalisasi Outline Business Case (OBC) KEK Palu & Financial & Market Study oleh konsultan kelas dunia Deloitte Infrastructure & Capital Projects.
Kim Sung Hyun, Presiden Direktur & Principal PT STM Tunggal Jaya menyatakan semangat dan optimismenya. Pihaknya sangat menghargai dukungan Pemerintah dan Bapak Menko Perekonomian.
“Melalui jaringan internasional, kami akan memperkenalkan KEK Palu ke berbagai belahan dunia dan calon-calon investoryang potensial melalui Market Consultation & Road Showyang terukur dan terarah. Saat ini mereka sudah mulai melakukan penjajakan serius untuk merencanakan berinvestasi di KEK Palu,” kata Kim Sung Hyun.
Dalam menjalankan tahapan pengadaaan infrastruktur KEK, pihak BPST sebagai Penanggung Proyek Kerjasasama (PJPK)melalui KSO dengan mitra strategis STM Tunggal Jaya membentuk Badan Penyiapan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) KEK Palu, Public Private PartnershipInvestment Center (KPIC). Proses penyiapan proyek dengan investment grade dicapai dengan menunjuk Penasehat Transaksi yaitu konsorsium konsultan internasional. Menurut Kim Hyung Sun, peresmian KEK Palu ini sesungguhnya menjawab pesimisme publik, bahwa KEK Palu tidak akan operasional. Tetapi karena kerja keras dan optimisme berbagai pihak, akhirnya kawasan petro dolar itu diresmikan.
“Yang saya tau, banyak hambatan operasionalisasi KEK Palu,” kata Kim Hyung Sun yang biasa disapa Mr. Kim ini.
Bernardus Djonoputro, Country Head Deloitte Infrastructure and Capital Projects menambahkan, Palu di jalur ALKI-2 dan wilayah Indonesia Timur telah menjadi kawasan prioritas dan semakin menarik bagi investor maupun pemerintah Indonesia.
“Kami mendukung penuh untuk menyukseskan KEK Palu, Public Private Partnership Center atau pusat kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam menyiapkan proyek infrastruktur untuk investor internasional,” katanya.
Percepatan beberapa proyek di dalam KEK Palu akan dilakukan dengan skema KPBU untuk mendukung KEK Palu, antara lain Suplai air bersih/SPAM, Energi listrik, Pengembangan Pelabuhan Pantoloan dan Infrastruktur Dasar KEK. Badan Penyiapan KPBU Palu (Palu PPP Center) yang dibantu oleh konsorsium dipimpin konsultan Deloitte Indonesia, dengan anggota konsorsium Penida Capital, Hermawan Juniarto Law Firm, dan Korea Engineering Consultant Corp (KECC).
(kia/Palu Ekspres)






