Minggu, 9 Agustus 2026

Jokowi dan Prabowo Tak Laku Lagi

“Ada 40,6 persen publik tidak ingin Prabowo dan Jokowi. Ternyata jumlah yang tidak ingin mereka terpilih kembali lebih besar” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat merilis hasil survei mengenai calon presiden pilihan masyarakat dalam pemilihan presiden 2019 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/10).

Lebih lanjut, Rico menjelaskan tingginya respons publik yang mengharapkan munculnya sosok alternatif lantaran Jokowi dan Prabowo dianggap sudah tidak mampu menuntaskan seluruh permasalahan bangsa yang saat ini tengah terjadi. Salah satunya mengenai himpitan ekonomi, persoalan keamanan isu kriminalisai ulama dan perilaku refresif dan otoriter.

Menurutnya, seorang figur yang mampu menyelesaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum dituntaskan oleh pemerintah, pasti akan menjadi pilihan alternatif selain Jokowi dan Prabowo.

Adapun calon-calon alternatif yang dipilih publik dalam survei tersebut, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (memperoleh 8,4 persen), Anies Baswedan (4,4 persen), Gatot Nurmantyo (2,8 persen), Jusuf Kalla (2,6 persen), Hari Tanoe (1,5 persen), Abu Rizal Bakrie (1,3 persen), Ridwan Kamil (1,2 persen), Tri Risma Harini (1,0 persen).

Tokoh lainnya memperoleh 4,1 persen, dan 13,3 persen responden tidak tahu/tidak jawab.

“Soal siapa figur alternatif itu, kami belum konsolidasi ke satu tokoh, yang pasti siapa yang dianggap mampu menyelesaikan himpitan hidup, dan mampu meyakinkan kepada publik bahwa harga sembako dan tarif listrik tidak lagi mahal, itu yang dipilih,” ujar Rico.

Survei Median yang dilakukan selama 14-22 September 2017 itu menargetkan 1000 responden dengan populasi survei terhadap seluruh warga Indonesia yang masuk ke dalam ketegori pemilih. Memakai margin of eror sebesar kurang lebih 3,1 % dengan tingkat kepercayaan 95%. Metode yang dipilih yakni multistage random sampling dan proporsional atas populasi Provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

(nes/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital