Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Dana BOS Belum Cair, Sekolah Terancam Diputus Aliran Listrik

PALU EKSPRES, PALU – Akibat keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada triwulan III tahun 2017, sejumlah sekolah di Kota Palu khususnya di tingkat SMP dan SD, berupaya keras untuk memenuhi pembayaran operasional sekolah.

Berbagai kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah akibat masalah ini, di antaranya adalah pemenuhan peralatan persiapan ujian, gaji guru honorer, serta pembayaran listrik. Untuk hal terakhir, beberapa sekolah bahkan terancam akan diputus aliran listriknya oleh PLN, karena telah menunggak pembayaran selama tiga bulan.

“Petugas PLN sudah datang ke sekolah menagih. Mereka memberikan toleransi hingga akhir bulan ini, untuk segera melunasi. Jika tidak, mereka akan benar-benar akan memutus aliran listrik,” kata Kepala SMP Negeri 11 Kota Palu, Ilman Usman, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 19 Oktober 2017.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi berharap, agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Sulteng, mempercepat proses pencairan dana BOS tersebut. Hal ini agar sekolah-sekolah dapat segera membiayai operasionalnya.

“Hingga saat ini mereka mencoba menutupinya dengan segala cara, saya prihatin tetapi juga memberikan apresiasi, kepada sekolah yang mampu menyelesaikan masalah ini walaupun dengan berbagai cara,” kata Ansyar, di sela-sela rapat MKKS, Kamis 19 Oktober 2017.

Ia mengungkapkan, hasil koordinasinya dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, bahwa pihak Dinas Provinsi akan berupaya mencairkan dana BOS pada bulan Oktober, yang diupayakan sekaligus dengan pembayaran triwulan IV.

“Saya harap ini segera cair, karena sekolah sangat membutuhkan dana BOS ini,” tandasnya.

Sebelumnya, keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace, pencairan dana BOS untuk Provinsi Sulteng pada triwulan III mengalami permasalahan di tingkat pusat. Dana BOS yang ditransfer dari pusat ke Sulteng hanya berjumlah Rp50.426.040.000, jauh di bawah jumlah seharusnya, yakni Rp. 116.841.200.000. Hal ini berdampak, sejumlah sekolah di Sulteng utamanya tingkat SMP dan SD, tertunda menerima dana BOS pada triwuln tahun 2017.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital