Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Penjelasan Kepala BPOM Palu Terkait PCC yang Diamankan BNN

PALU EKSPRES, PALU – Dalam temuan tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, di sekitar wilayah Kecamatan Tatanga, pada Sabtu 11 November 2017 lalu, selain terdapat 2.078 butir pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) curah yang terbagi dalam dua paket, juga ditemukan pil PCC dengan merk dagang Somadril, sebanyak 200 butir yang terbagi dalam 20 kemasan strip.

PCC dengan merk dagang Somadril tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Safriansyah, telah dilarang produksi dan peredarannya oleh BPOM sejak tahun 2013. Ia menceritakan, Somadril yang awalnya diproduksi resmi oleh pabrik bernama Actavis, memang memiliki kandungan yang sama persis dengan PCC, dan telah disalahgunakan oleh beberapa orang.

“Sebelum berkembang PCC, Somadril diproduksi resmi oleh pabrik bernama Actavis dalam bentuk tablet kemasan strip, kandungan kimianya adalah Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol. Inilah yang ditiru oleh pabrik gelap, Somadril akhirnya disalahgunakan oleh banyak orang, karena memiliki efek ketagihan,” tutur Safriansyah, di ruang kerjanya, Selasa 14 November 2017.

Ia menjelaskan, kandungan carisoprodol dalam Somadril dan PCC, di dalam tubuh termetabolisme menjadi senyawa psikotropik meprobamat. Inilah yang menyebabkan efek ketagihan bagi penggunanya.

“Melihat kondisi seperti itu, BPOM menghentikan dan melarang peredaran barang itu sejak 2013. Itulah yang dilirik oleh pabrik-pabrik gelap. Konsumennya sudah ketagihan, kemudian pabrik asalnya tidak memproduksi lagi, jadilah tablet PCC yang model curah itu, yang tidak lagi dikemas strip,” lanjutnya.

Terkait masih ditemukannya Somadril dalam kemasan strip, Safriansyah menilai kemungkinan itu juga merupakan produk yang dipalsukan. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terlanjur “fanatik” dengan merk Somadril.

“Yang strip ini ada kemungkinan dipalsukan juga, karena sejak dilarang 2013 stoknya pasti sudah habis. Tapi kan stripnya itu mahal, dan butuh teknologi untuk pengemasan, secara dagangnya lebih baik dijual yang curah, bisa lebih murah. Jadi, bisa saja ada konsumen yang fanatik dengan merk Somadril, yang kalau tidak terkemas seperti itu, dia jadi tidak yakin,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital