Minggu, 5 April 2026

Stisipol Jalankan Kuliah 3 Hari dalam Sebulan, Ini Kata Sekretaris Kopertis Wilayah Sulawesi

PALU EKSPRES, PALU – Stisipol Panca Bhakti Palu menyelenggarakan proses perkuliahan hanya dalam 3 hari secara full day dalam sebulan. Ini berlaku untuk para mahasiswa yang ada di kampus cabang, Parigi dan Donggala.

Proses penyelenggaraan perkuiahan tersebut, sangat berbeda dengan yang berlaku pada mahasiswa reguler untuk jenjang strata satu (S1). Dimana perkuliahan dilakukan selama minimal empat hari dalam seminggu mulai pagi hingga sore, atau sore hingga malam, dengan hitungan paling kurang 16 kali pertemuan dalam satu semester.

Hal tersebut dikatakan mahasiswa Stisipol Palu, Ista Mujahid Akbar  bahwa proses perkuliahan khusus untuk kampus cabang di Parigi dan Donggala dilakukan dengan cara memadatkan jumlah pertemuan dalam setiap semester.

“Untuk cabang, masuk satu bulan tiga kali pertemuan di hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Kuliahnya mulai pagi, sekitar jam 9 sampai sore,” ungkapnya kepada Palu Ekspres, Selasa (21/11).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr Hawignyo MM, mengatakan sebenarnya sudah ada ketentuan tentang proses penyelenggaraan pembelajaran dalam Permenristek Dikti tahun 2015.

“Saya tak mau komentari lebih jauh. Yang jelas prosedur permbelajaran pendidikan tinggi sudah diatur dalam Permenristek Dikti tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi. Nanti dicek, dibandingkan. Tanpa saya harus bicara, itu pasti ketahuan,” kata Hawignyo.

Ditanya apakah akan ada tindakan jika benar kampus tersebut melanggar, Hawignyo mengaku menunggu laporan dari mahasiswa atau masyarakat terkait kebenaran kasus tersebut.

“Yang pasti kami sudah tahu namanya, nanti kami akan cek ke lapangan. Nanti kalau kami tau dan ada bukti-buktinya, kita akan ambil tindakan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan,Stisipol Panca Bhakti disebut membuka program kelas jauh. Namun Ketua Stisipol Palu, Adidjoyo Dauda membantah. Menurutnya, praktek perkuliahan di kampus cabang tersebut masih dalam wilayah yang dijangkau, yakni dalam radius 80 kilometer.

“Kelas jauh ngga ada kelas jauh. Itu sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh Dikti, radius 80 kilometer. Parigi dan Pante Barat itu, masih dalam radius yang dimungkinkan dalam aturan. Yang Sabtu Minggu ngga ada,” kata Adidjoyo.

Ditanya soal waktu perkuliahan, Adidjoyo mengaku semua dilakukan secara reguler seperti mahasiswa S1 pada umumnya.

“Mereka masuk dalam kelas regular biasa. Ada jadwalnya, semua diatur. Untuk lebih jelas hubungi ketua jurusannya. Biar semua jelas,” jelasnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan Permenristek Dikti tahun 2015 proses perkuliahan dilakukan selama satu semester dengan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Berikut salinan Permenristek Dikti tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

(MS/Palu Ekspres)