PALU EKSPRES, PARIGI – Perjuangan Tombolotutu melawan Pemerintah Belanda tak hanya sekadar cerita. Sumber sejarah mencatat banyak hal bagaimana Tombolotutu melakukan perlawanan terhadap tentara Belanda, seperti perang Katabang Raja Basar di Lobu Moutong, Perang Dodoe di Gio atas, Perang Bolano di Benteng Bajo dan Perang Dunduan di Tomini Popa.
Yang menarik, ketika Pemerintah Belanda menurunkan Pasukan Marsose untuk menumpas Perlawanan Tombolotutu. Marsose adalah pasukan khusus atau pasukan elit Belanda yang pernah diturunkan saat perang Diponegoro dan perang Aceh.
Kala itu pasukan Marsose yang diturunkan untuk menumpas perlawanan Tombolotutu kurang lebih berjumlah 170 pasukan.
“Bisa dibayangkan bagaimana kekuatan Tombolotutu saat itu. Artinya kekuatannya sangat tangguh. Tidak pernah terjadi di Sulawesi Tengah ini ada gerakan yang ingin ditaklukan oleh Belanda dengan menurunkan tentara Belanda yang tergabung dalam pasukan Marsose sebanyak 170 orang. Meski dengan kekuatan sekelas Pasukan Marsose, Belanda tidak pernah berhasil menupas Tombolotutu.”Tutur Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univeritas Tadulako, Dr Lukman Nadjamuddin, ditemui usia menggelar Fokus Group Discussion (FGD) Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Melawan Belanda, di desa Labuan Kecamatan Moutong, Selasa (28/11) malam.






