Minggu, 9 Agustus 2026

Diperdaya Hawa Nafsu, Ibu Guru Ini Tega Menggoda ABG dengan Ganja

Ada 12 juri yang terdiri dari 8 perempuan dan empat pria menyatakan Amanda bersalah setelah persidangan yang digelar selama tiga hari. “Ini adalah tindak pidana karena dia (korban, red) adalah anak-anak berdasar kategori usianya,” ujar Richard Woolfall yang menjadi jaksa penuntut dalam kasus itu.

Hakim Sophie Drake yang menyidangkan perkara itu mengatakan, bukti kuat menunjukkan Amanda bersalah. Menurutnya, terdakwa tak memperhatikan bahwa korban dalam posisi tak paham tentang efek jangka panjang akibat perbuatan itu.

“Anda mencoba membuatnya setara. Tapi dia tidak setara karena dia masih anak-anak,” ujarnya.

Hakim Sophie menegaskan, Amanda justru mendorong korban untuk menjadi pembohong. Namun, terdakwa justru merasa menjadi korban.

“Anda menggunakannya untuk memuaskan kebutuan seksual anda,” kata Hakim Sophie. “Andalah yang berbohong.”

Amanda pun tertunduk lesu di kursi terdakwa. Dia langsung terisak.

Namun, dia menepis tuduhan itu. Dia mengaku tak menjalin kontak seksual dengan sang bocah.

Amanda justru menuduh korban membuat pesan rekayasa. Menurut Amanda, ponselnya telah disalahgunakan oleh korban dengan mengetik pesan bermuatan cabul. Selanjutnya, korban mengirim kalimat cabul dari ponsel Amanda ke nomornya sendiri.

Pengacara Amanda, Catherine Silverton menyatakan bahwa kliennya tetap menolak putusan itu. “Dia sekarang kehilangan pekerjaannya, rumahnya dan sebagian besar teman serta kolega,” ujar Catherine.

Ayah Amanda juga meyakini putrinya tak bersalah. “Saya ayah Amanda dan dia hanya bersalah karena menjadi orang baik,” ujarnya.

Hanya saja, detektif yang mengusut kasus itu Inspektur Vanessa Rolfe menyatakan, Amanda tahu bahwa korbannya masih belia. Tapi, Amanda tetap merayu korban dan membuatnya luluh dengan ganja.

“Kami yakin ini kasus sangat jelas tentang rangsangan seksual dan juru setuju,” katanya.

(yorkshirepost/ara/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital