Sebagaimana dilansir dari BBC News, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, ini adalah New York yang kerap menjadi target banyak orang yang ingin membuat pernyataan melawan demokrasi dan kebebasan.
“Kami memiliki Patung Liberty di pelabuhan kami dan itu membuat kami menjadi target internasional,” tambahnya.
Diketahui, ledakan itu terjadi sekitar pukul 07:30 waktu setempat. Andre Rodriguez, 62, mengatakan kepada New York Times “Saya sedang melewati pintu putar. Kedengarannya seperti sebuah ledakan, dan semua orang mulai berlari.”
Seorang saksi mata lainnya, Alicja Wlodkowski, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia melihat banyak orang berlarian.
“Seorang wanita jatuh, dan tidak ada yang datang untuk berhenti dan membantunya karena kepanikannya, itu sangat menyeramkan,” katanya.
Stasiun kereta bawah tanah terdekat dievakuasi, dan Terminal Bus Otoritas Pelabuhan ditutup. Ini adalah terminal bus terbesar dan tersibuk di dunia, melayani lebih dari 65 juta orang setahun. Polisi dan pemadam kebakaran tampak memasang barikade untuk menghalangi jalan-jalan di dekat New York Port Authority di New York City.
“Teroris tidak akan menang,” kata Walikota Bill de Blasio setelah ledakan di terminal Port Authority di Manhattan, pada saat jam sibuk hari Senin (11/12) pagi.
(iml/JPC)






