Sabtu, 8 Agustus 2026

Amerika Serikat Tak Pantas jadi Mediator Konflik Israel-Palestina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

PALU EKSPRES, ISTANBUL – Para pemimpin muslim mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka juga meminta dunia untuk menanggapi dengan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak lebih dari 50 negara Muslim di Istanbul pada Rabu waktu setempat (13/12/2017), mengatakan bahwa langkah AS tersebut berarti Washington telah kehilangan perannya sebagai perantara dalam upaya untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

“Mulai sekarang, tidak mungkin Amerika menjadi negara yang bisa menjadi mediator antara Israel dan Palestina, periode itu telah berakhir. Kita perlu membahas siapa yang akan menjadi mediator mulai sekarang. Ini perlu ditangani di UN juga,” kata Erdogan pada akhir pertemuan Organisasi Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam.

Sebuah komunike yang dipasang di situs Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa para emir, presiden dan menteri yang berkumpul di Istanbul menganggap tindakan Trump “sebagai pengumuman penarikan diri Pemerintah AS dari perannya sebagai sponsor perdamaian”.

Ini menggambarkan keputusan tersebut sebagai “perusakan yang disengaja dari semua upaya perdamaian, dorongan (untuk) ekstremisme dan terorisme, dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional”.

Pemimpin termasuk Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Raja Yordania Abdullah, sekutu dekat AS, semuanya mengkritik tindakan Washington. “Yerusalem dan akan selalu menjadi ibu kota Palestina,” kata Abbas, menambahkan bahwa keputusan Trump adalah “kejahatan terbesar” dan pelanggaran hukum internasional.

(Reuters Afrika/amr/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital