Jumat, 18 September 2026

Penduduk Miskin Sulteng Semakin Miskin

PALU EKSPRES, PALU – Selain jumlah penduduk miskin di Sulteng bertambah 5,41 ribu orang dari Bulan Maret 2017, kondisi penduduk miskin di daerah
ini juga juga semakin miskin.

Hal itu ditandai dengan meningkatnya
indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan.

Laporan BPS Provinsi Sulteng yang dirilis 2 Januari 2018, menyebutkan bahwa pada periode Maret – September 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Sulteng mengalami kenaikan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2017 adalah 2,55 dan pada September 2017 mengalami kenaikan menjadi 2,80. Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan dari 0,72 menjadi 0,78 pada periode yang sama.

Sementara apabila dilihat pada periode sebelumnya, yaitu September 2016– September 2017 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami kenaikan, kecuali di daerah perkotaan.

“Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” kata Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar pada press rilis BPS di kantor BPS Sulteng, Selasa (2/1/2018).

Menurut Faisal Anwar, apabila dibandingkan antara daerah
perkotaan dan perdesaan, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di daerah perkotaan.

Pada September 2017, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan sebesar 1,85 sementara di daerah perdesaan jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 3,14.

Sementara itu nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan adalah 0,46 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,90.

Faisal Anwar yang didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Wahyu dan Kepala Bidang Statistik Sosial Sarmiati, merinci beberapa faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan selama periode Maret–September 2017, antara lain adalah selama periode Maret-September 2017 terjadi inflasi umum sebesar 2,01 persen.

Selain itu, rata-rata upah buruh pada sektor industri, perdagangan, dan transportasi pada September 2017 turun masing-masing sebesar 6,10 persen, 5,12 persen, dan 3,45 persen.

Selanjutnya, pada periode Maret–September 2017, harga eceran beras, rokok kretek filter, tongkol, cakalang, telur ayam ras, dan daging sapi mengalami kenaikan.

Rata-rata harga beras mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen, harga rokok kretek filter naik 4,00 persen, harga tongkol naik 44,06 persen, harga cakalang naik 63,38 persen, harga telur ayam ras naik 1,82 persen, dan harga daging sapi naik 0,16 persen.

Naiknya harga beberapa komoditi pokok tersebut kata Faisal, selain memicu kenaikan garis kemiskinan (GK) juga menekan daya beli masyarakat karena merupakan komoditi yang jumlah konsumsinya sangat dominan di bulan September 2017.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng Wahyu menjelaskan, pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah mencapai 423,27 ribu orang (14,22 persen), bertambah sebesar 5,41 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 417,87 ribu orang (14,14 persen).

“Warga miskin adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,” ujarnya.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 katanya, sebesar 10,16 persen, naik menjadi 10,39 persen pada September 2017.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 15,54 persen naik menjadi 15,59 persen pada September 2017.

Ia menyebutkan, selama periode Maret– September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 3,57 ribu orang, dari 77,98 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 81,56 ribu orang pada September 2017.

Sementara di daerah perdesaan juga naik sebanyak 1,84 ribu orang, yakni dari 339,88 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 341,72 ribu orang pada September 2017.

“Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan,” ujarnya.

(fit/Palu Ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam