Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Dilema Listrik Kota Palu, Ini 6 Fakta Ganjil Pengoperasian PLTU Mpanau

PALU EKSPRES, PALU – Beroperasi sejak 2006, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau Kecamatan Palu Utara, hingga kini masih menuai kritik dari masyarakat, khususnya mereka yang bermukim di sekitar wilayah pembangkit.

Kondisi ini menjadi dilema berkepanjangan di tengah kebutuhan masyarakat Kota Palu atas listrik. Di satu sisi dibutuhkan, namun di sisi lain memberi dampak berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat dan ekosistem di sekitar area pembangkit. PLTU yang dikelola oleh PT. Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) ini terus menambah unit pembangkitnya utnuk menambah pasokan kebutuhan listrik warga kota.

Pada 2015, PJPP menambah dua pembangkit lagi, yakni unit 3 dan unit 4 dengan kapasitas masing-masing 18 megawatt, sehingga total penambahan kapasitas sebesar 36 megawatt. Dengan begitu, penggunaan batu bara sebagai bahan baku bertambah menjadi 70 ton per hari, dari sebelumnya yang hanya 15-30 ton.

Daya yang dihasilkan PLTU Mpanau Unit 3 dan Unit 4 dialirkan ke Gardu Induk Talise untuk didistribusikan ke jaringan Palapas yang meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi dan Kabupaten Sigi.

Meski demikian, polemik yang hingga kini masih terus berlanjut, belum menunjukkan titik terang. Masyarakat Mpanau menerima dampak serius atas pengoperasian PLTU. Aktivitas keseharian mereka terganggu, akibat debu fly ash dari sisa pembakaran batu bara yang terbang tertiup angin menuju pemukiman warga.

Hingga hari ini, masyarakat Mapanau terus berjuang untuk menyuarakan aspirasinya terkait dampak lingkungan yang mereka terima atas pengoperasian PLTU. Senin pagi (22/1), mereka kembai turun ke jalan untuk meuntut pihak PLTU untuk bertanggungjawab atas limbah B3 yang mereka hasilkan dan mencemari lingkungan.

Dari serangkaian fakta yang melatarbelakangi sejumlah tuntutan mereka, Palu Ekspres merangkum 6 fakta ganjil pengoperasian PLTU Mpanau oleh PJPP. Berikut ulasan singkatnya:

1. PJPP beroperasi tanpa perizinan yang lengkap

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital