Minggu, 9 Agustus 2026

Jokowi Mulai Membaca Titik Kelemahannya

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengamat politik Faris Thalib menilai, diangkatnya Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Jenderal (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, memberi sinyal politis yang kuat.

Direkrutnya dua tokoh tersebut masuk ke lingkaran Istana, kemungkinan sebagai salah satu strategi Presiden Joko Widodo memperkuat pengaruh politiknya di kalangan militer.

“Apalagi Moeldoko misalnya, beberapa waktu lalu menjabat Panglima TNI dan santer diisukan menjadi penantang Jokowi. Tentu masih memiliki pengaruh yang cukup kuat di militer,” ujar Faris kepada JPNN, Kamis (25/1).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies (IPS) ini, Jokowi penting memperkuat pengaruhnya di militer, demi menyeimbangkan kekuatan yang dimiliki menghadapi Pemilu 2019.

Apalagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut telah digadang-gadang maju kembali sebagai calon presiden.

Selama ini, Jokowi lebih dikenal sebagai representasi kekuatan sipil. Jika militer tidak dirangkul erat, dikhawatirkan bakal dimanfaatkan saingan politik untuk meraih kemenangan nantinya.

“Jadi seperti langkah antisipasi Jokowi dalam meng-counter kekuatan-kekuatan yang dinilai potensial menjadi lawan,” ucapnya.

Faris kemudian mencontohkan nama mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Belakangan terkesan agresif menunjukkan keinginan tampil sebagai kekuatan politik baru. Hal tersebut tentu patut diantisipasi.

Demikian juga dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang digadang-gadang bakal kembali maju sebagai calon presiden untuk kedua kalinya. Mantan Danjen Kopassus tersebut diyakini masih memiliki pengaruh yang kuat di militer.

“Presiden Jokowi sepertinya mulai membaca titik kelemahannya dan titik kelebihan lawan. Masuknya dua mantan tokoh militer dalam reshuffle kemarin adalah jawabannya,” pungkas Faris.

(gir/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital