Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

PLTU Bentuk 2 Kelompok Usaha Pembuatan Batako Ringan

PALU EKSPRES, PALU – Selain menjadi campuran pembuatan semen, limbah hasil pembakaran batu bara (fly ash/bottom ash) ternyata juga bisa menjadi bahan utama pembuatan batako atau pun pavin blok.

Bahan itu bahkan disebut-sebut menghasilkan cetakan batako yang lebih kuat ketimbang campuran pasir dan semen. Dan tentunya lebih ringan karena tidak menggunakan pasir sebagai bahan utamanya.

Bukan hanya itu, abu hasil pembakaran batu bara pun bisa diolah sebagai campuran pembuatan paving blok.

Demikian penjelasan Kepala Bidang Tata dan Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palu, Tatang S Firman kepada Palu Ekspres, Selasa (24/4).

Menurutnya pengolahan abu pembakaran batu bara saat ini sedang dikembangkan untuk limbah debu yang dihasilkan PLTU Kelurahan Mpanau Kecamatan Tawaeli.

Hal itu merupakan salah satu langkah untuk penanganan tumpukan bottom ash di areal PLTU yang belakangan mendapat sorotan tajam.

“Dia (bottom ash) menjadi bahan utama batako ringan. Kualitasnya lebih baik karena memiliki daya rekat lebih dari pasir,”jelas Tatang.

Terkait pemanfaatan , saat ini kata dia, pihak PLTU telah membentuk dua kelompok usaha cetak batako dari warga sekitar area PLTU. 1 kelompok beranggotakan 30 orang.

Kelompok kelompok itu kini bahkan telah mulai memproduksi cetakan batako ringan. Dengan menggunakan material bottom ash yang ada dalam area PLTU.

“Sudah berproduksi pak. Sabtu pekan lalu sudah mulai mencetak,”sebutnya.

PLTU dalam upaya itu memfasilitasi kelompok dalam pengadaan 1 unit mesin cetak batako dan pavin blok. Jika pola ini berjalan sesuai harapan, PLTU menurutnya berencana akan menambah 3 unit mesin cetak. 3 unit ini dipersiapkan untuk pengembangan kelompok usaha bagi warga Kelurahan Kayu Malue, Mpanau dan Kelurahan Lambara.

Saat ini PLTU baru menyediakan  1 unit mesin cetak. Sebenarnya kata dia, jika skenario pemindahan material debu ke Lambara terealisasi, maka PLTU akan mengadakan tiga unit secepatnya. Sebab di lokasi pemindahan rencananya akan dijadikan sebagai tempat pengolahan debu menjadi batako atau pavin blok.

“Tapi karena ada penolakan makanya itu ditunda dulu. Untuk sementara hanya satu unit,”ujarnya.

Satu kelompok yang ada saat ini  beranggotakan 30 orang. Sedikitnya ada 60 warga dalam 2 kelompok mendapat pekerjaan alternatif.

Meski begitu, hasil produksi batako ringan dan pavin blok sejauh ini baru dimanfaatkan oleh anggota kelompok itu sendiri. Sambil menunggu upaya kerjasama penjualan hasil produksi yang kini tengah diupayakan bersama.

“Ada rencana Pemkot untuk bekerja sama dengan pihak-pihak developer pengemban perumahan. Yang intinya developer diarahkan untuk membeli hasil produksi cetakan batako yang ada,”tandasnya.

Sementara itu Kepala DLHK Palu, Deny Taufan menambahkan, pemanfaatan limbah yang terpola dengan baik saat ini dilakukan sebuah PLTU di Kabupaten Cilacap. Limbah PLTU disana kini dimanfaatkan masayarakat sebagai bahan utama pembuatan batako ringan.

Dalam situasi itu kata dia ada keuntungan dari kedua belah pihak. PLTU bisa menangani limbah dna masyarakat bisa menambah penghasilan.

“Bahkan disana (Cilacap) masyarakat yang justru membeli material abu dari PLTU yaitu satu ember Rp400,”jelasnya.

Pada bagian lain, Deny menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) mengeluarkan sedikitnya 14 poin rekomendasi kepada PLTU Mpanau. 14 point itu terkait penanganan dampak lingkungan kegiatan PLTU.

“Sudah ada 7 point diantaranya yang sedang berjalan. Namun penanganan yang paling urgensi adalah soal limbah fly ash dan bottom ash. Tapi itu juga sudah mulai berjalan,”jelasnya.

Deny menambahkan, sebelumnya PT PJPP sebagai managemen PLTU baru saja membiayai pengiriman material bottom ash sebesar 7500ton kepada industri semen Tonasa di Sulawesi Selatan.

Rencananya pengiriman material masih akan dilakukan beberapa waktu kedepan.

(mdi/Palu Ekspres) 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital