Senin, 6 April 2026

Dosen yang Lahirkan Proposal Penelitian Masih Kurang

PALU EKSPRES, PALU – Jumlah dosen di Universitas Tadulako (Untad) yang aktif dalam membuat proposal penelitian, serta menulis artikel ilmiah internasional dinilai masih kurang. Hal ini dikatakan Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio masih jauh dari harapan, sehingga perlu ada dorongan-dorongan kuat untuk meningkatkan hal tersebut.

Hal ini disampaikan Rektor, pada Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi XII, yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad, di Theater Room Untad, Selasa 24 April 2018. “Jumlah dosen kita yang tercatat sebanyak 1.423. Jumlah ini bukan yang kecil kalau menurut ukuran kita di Indonesia Timur. Dibandingkan yang membuat proposal masih jauh dari yang kita harapkan. Jumlahnya masih terbatas, atau jumlahnya sudah lumayan tapi menulis artikel ilmiah internasional itu yang kurang. Ini yang sangat-sangat perlu didorong,” sebut Rektor.

Olehnya ia berharap, melalui sosialisasi yang mendatangkan narasumber Kasubdit Pengembangan Kapasitas Riset, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Dr. Mustangimah tersebut, dapat menjadi salah satu momen pendorong peningkatan jumlah dosen yang melahirkan proposal-proposal penelitian.

“Mudah-mudahan melalui panduan edisi XII ini, ada yang bisa lebih mendorong dosen agar melahirkan proposal-proposal yang kompetitif secara nasional,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Untad bersama BNI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), terkait produk baru BNI dalam hal dana talangan penelitian. Rektor berharap, hal ini turut menjadi pendorong bagi para dosen di Untad dalam melahirkan proposal penelitian.

“Mudah-mudahan mereka bisa talangi dulu dana penelitian, kan biasanya APBD lambat cair, dan yang ini bunganya kecil sekali, mudah-mudahan juga bisa mendorong penelitian,” kata Rektor. Sekretaris LPPM Untad, Dr. Sagaf menerangkan, Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi XII tersebut, diikuti oleh para dosen dan utusan lainnya dari tiap fakultas di Untad, para peneliti dan pengabdi, serta para pimpinan dan utusan LPPM dari beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya di Sulteng.

“Ini merupakan program yang sudah dicanangkan oleh LPPM, untuk mendorong serta memberikan semangat kepada kita, kiranya semua dosen di lingkungan Untad dan PTS di Sulteng, untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” jelas Sagaf.

(abr/Palu Ekspres)