Sabtu, 8 Agustus 2026

Kuartal Pertama, FIFGROUP Bukukan Pembiayaan Rp 8,5 Triliun

PALU EKSPRES, JAKARTA-Perusahaan pembiayaan terbesar tanah air, FIFGROUP mencatat kinerja positif di kuartal pertama tahun ini. Anak perusahaan Astra itu mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 8,5 triliun.

Angka ini meningkat 7,59 persen dibandingkan pembiayaan di periode yang sama tahun lalu. Di mana 2017 lalu, FIFGROUP mencatat pembiayaan di angka 7,9 triliun.

Angka sebesar itu disumbang oleh semua lini bisnis FIFGROUP yang mencakup pembiayaan sepeda motor baru (FIFASTRA), elektronik (SPEKTRA), pembiayaan syariah (AMITRA) dan pembiayaan multiguna (DANASTRA).

Direktur Utama FIF Margono Tanuwijaya mengatakan, khusus untuk pembiayaan sepeda motor baru, hingga Maret 2018 perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 350 ribu unit motor.

Jumlah tersebut meningkat 8,35 persen dari realisasi pembiayaan pada Maret tahun lalu yang mencatat 323 ribu unit motor.

“Untuk wilayah penjualan masih didominasi dari wilayah Pulau Jawa. Untuk di luar Jawa jumlahnya juga cukup baik seiring dengan meningkatnya harga komoditas,” kata Margono Tanuwijaya di Jakarta, Senin (23/4).

Menurut Margono, pembiayaan sepeda motor baru berkontribusi sekitar 65 persen dari total pembiayaan. Kemudian diikuti pembiayaan sepeda motor seken berkualitas sebesar 25 persen.

Sementara 10 persen lainnya disumbang oleh SPEKTRA.

Terkait rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF), per Desember 2017 NPF perusahaan berada di angka 3,6 gross. Sumbangan terbesar dalam komponen NPF perusahaan datang dari pembiayaan elektronik.

Menurut Margono, hal tersebut dikarenakan sifat dari pembiayaan elektronik yang unsecure loan. “Tetapi, secara pricing lebih tinggi,” tutupnya.

Margono juga mengatakan, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tidak berdampak besar terhadap pasar sepeda motor di dalam negeri.

”Lihat stabilnya (nilai tukar) di angka berapa. Lihat beberapa bulan dulu. Dampaknya juga tidak terlalu besar, karena sepeda motor Honda ini konten lokal sudah tinggi, sehingga tidak banyak impor,” jelas Margono.

Dia mengatakan, pada semester II-2018, perseroan akan menerbitkan obligasi global. Namun Margono enggan mengungkapkan nilainya.

Pada Semester I-2018, FIFGROUP juga telah menerbitkan obligasi di pasar domestik dengan nilai Rp 3 triliun.
Margono memprediksi, pasar sepeda motor tahun ini masih akan bergeliat.

Dia optimistis, pembiayaan kendaraan roda dua dapat meningkat lebih dari target 3 persen.

”Adapun tahun lalu pembiayaan perseroan tercatat sekitar Rp 36 triliun dan ditargetkan tahun ini bisa naik 3 persen menjadi sekitar Rp 38 triliun,” tukas Margono lagi.

(*)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital