Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Cerita Korban Gempa Lombok, Ayah dan Anak Sempat Terkubur Reruntuhan

gempa lombok

PALU EKSPRES – Hingga hari kedua pascagempa, warga masih bertahan di tenda pengungsian. Mereka masih mengalami trauma atas gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi Ahad (29/7/2018) itu.

SDN Sajang yang berlokasi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, menjadi salah satu tempat pengungsian. Di sana terdapat 200 warga setempat yang masih bertahan untuk menghilangkan rasa takut dan traumanya.

Sejak gempa itu mereka rela memilih tidur tanpa dinding dan dibekali penerangan seadanya. Tidak masalah beratapkan terpal dan pembatas dengan sekat seadanya.

Nazian, 27, salah satu pengungsi mengaku tidak berani mengambil risiko untuk kembali ke rumah. Selain karena masih adanya gempa susulan, rumahnya kini hanya tinggal separuh sehingga tidak bisa ditempati.

“Separuh rumah kami hancur, separuhnya lagi masih berdiri. Tidak mungkin kami tinggal di sana. Takut kena reruntuhan, tidak aman,” tutur Nazian yang menunjukkan wajahnya yang masih trauma.

Senin malam (30/7/2018), Nazian yang berada di tengah pengungsian membungkus tubuhnya dengan selimut. Di beberapa bagian tubuhnya terlihat luka goresan benda tumpul.

“Ini luka bekas terkena runtuhan beton. Saya sama anak saya sempat terkubur runtuhan tembok. Tapi alhamdulillah istri saya langsung menyelamatkan kami. Kalau sedikit saja telat, tidak tahu lah nasib kami,” kenang Nazian.

Malam itu dia saja baru selesai mendapatkan pengobatan di posko medis Aksi Cepat Tanggap (ACT). Terdapat beberapa luka lebam. Di tangan, kaki, dan perut. Semua itu terasas nyeri. Dia mengaku akan tetap bertahan di tenda pengungsian. Belum tahu akan pulang.

“Pokoknya sampai gempa benar-benar berhenti. Mungkin akan lama di sini, tapi mau gimana lagi. Yang penting keluarga aman. Toh rumah kami juga tidak bisa ditinggali. Belum tahu juga kapan akan renovasi,” ungkap Nazian meringis sembari menahan sakit di tubuhnya.

Di tengah pengungsian, Nazian dan keluarga tidur bercampur bersama warga lainnya. Lansia, orang dewasa, hingga anak-anak tidur bersesakan. Di tempat yang sempat dan warga harus saling berbagi tempat untuk istrirahat.

Tiar, pengungsi lainnya memilih berjalan keluar tenda. Gestur tubuhnya terkesan gelisah. Dari luar tenda, dia hanya memandangi anak-anaknya yang tengah makan malam di pengungsian. “Belum bisa tidur,” ungkapnya.

Tiar mengaku tidak bisa tidur, karena masih teringat guncangan gempa susulan yang jumlahnya tak terhitung lagi dirasakan. Hal itu semakin membuat dirinya waswas. “Itu sampai hampir Subuh. Belum lagi udara malam yang semakin dingin. Saya sampai tidak bisa tidur,” kisahnya.

Desa Sajang berada di kaki Gunung Rinjani, sehingga udara dingin pegunungan begitu terasa. Jaraknya sekitar 2 km dari pintu masuk pendakian Gunung Rinjani. Tak jauh dari lokasi pengungsian, terdapat sekolah dasar yang mana bangunannya mengalami kerusakan yang cukup besar.

Tiar mengungkap, hampir semua bangunan berbahan dasar beton mengalami kerusakan parah. Rumahnya tak terkecuali. “Hancur semua. Rumah tetangga-tetangga lainnya juga pada hancur. Ada yang hancur separuh, ada yang rubuh total. Cuma rumah kayu yang tidak rusak parah,” jelas Tiar.

Saat menjelaskan keadaan rumahnya yang hancur total, Tiar mengingat kembali momen ketika ia berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya dari hantaman gempa.

Minggu (29/7/2018), Tiar tengah memasak. Seketika guncangan hebat mengejutkannya, disertai plafon atap yang rubuh. Dia langsung menyelamatkan diri dan membawa anak serta ibunya keluar rumah. Beberapa menit setelahnya, rumah itu langsung luluh lantak.

Tak ada harta benda yang sempat diselamatkan. Yang terpikirkan saat itu adalah bagaimana menyelamatkan keluarga. “Saya mentingin nyawa, sudah tidak kepikiran harta benda. Aduh, itu kalau diingat lagi, kalau saja kita semua tidak langsung ke luar rumah, mungkin sudah langsung tertimbun beton rumah,” ungkap Tiar bergidik.

(iil/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital