Jumat, 18 September 2026

Jarak Menuju Lokasi Pelontaran Jadi Tantangan

tahap terakhir

PALU EKSPRES, MAKKAH – Saat ini sebagian Jemaah haji sedang dalam tahap terakhir melaksanakan salah satu rangkaian ibadah haji, yakni pelontaran jumrah. Salah satunya adalah Jemaah haji asal Provinsi Sulteng yang tergabung dalam kloter 8 BPN.

Pembimbing ibadah kloter 8 BPN, H. Lutfi A. Godal menyebutkan, secara umum prosesi pelaksanaan pelemparan jumrah sangat mudah dan memungkinkan untuk dilaksanakan oleh Jemaah. Namun satu hal yang cukup menjadi kendala, adalah jarak antara tenda pemondokan Jemaah menuju lokasi pelontaran di Mina, yang dirasa cukup jauh yakni menempuh sekitar 12 kilometer total untuk pergi dan pulang.

“Jarak antara tenda dan tempat pelontaran itulah, yang menjadi sedikit kendala bagi Jemaah, karena jaraknya kurang lebih 12 kilometer pulang pergi,” kata Lutfi, melalui pesan WhatsApp kepada Palu Ekspres, Kamis 23 Agustus 2018.

Meski begitu, Lutfi bersyukur para petugas PPIH yang membantu Jemaah Indonesia bertindak luar biasa dalam pengawasannya, mengelilingi lokasi pelontaran yang dilalui oleh Jemaah Indonesia, sejak hari pertama pelontaran.

Lutfi menyebutkan, pada proses pelontaran jumrah pada Rabu kemarin, sempat ada seorang Jemaah yang merasa kelelahan dan drop saat berada di terowongan. Tim gerak cepat lalu datang menjemput Jemaah tersebut untuk diberi infus dan dibawa kembali ke tenda.

“Alhamdulillah hari ini Jemaah tersebut sudah pulih, dan Insyaallah akan bersama-sama menuju tempat pelemparan. Kita kembali melontar sekitar pukul 08.00 pagi waktu Arab Saudi, dan prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu sekira 2 jam,” lanjut Lutfi.

Ia menambahkan, usai makan siang dan salat duhur Jemaah kloter 8 BPN akan diberangkatkan kembali menuju Arafah untuk istirahat sehari lalu melanjutkan prosesi menyempurnakan ukun haji, yakni melaksanakan tawaf ifadhah, sai, serta tahalul tsani di Masjidil Haram.

TANTANGAN TERBERAT DI MUZDALIFAH
Lutfi juga bercerita, salah satu tantangan terberat yang dilalui oleh Jemaah dan para petugas kloter, adalah saat berada di Muzdalifah untuk melaksanakan mabit pasca wukuf. Ia menuturkan, kondisi Muzdalifah pada saat itu (usai wukuf pada Senin 20 Agustus 2018) sangat padat. Hal ini dikarenakan Jemaah yang berasal dari 7 kloter dan tidak dibatasi antarkloter masuk dalam suatu tempat yang terbatas dalam suatu kerangkeng.

“Inilah yang menjadi ujian terberat, baik bagi Jemaah maupun petugas, karena kami harus mengidentifikasi siapa-siapa 450 orang Jemaah dari kloter 8 BPN dan siapa-siapa yang bukan, dengan kondisi Jemaah yang lelah dari Arafah, kemudian tidak tidur malamnya harus berangkat ke Muzdalifah,” tuturnya.

Ia menambahkan, fasilitas tenda yang diberikan pada saat itu tidak tersedia dan hanya ada karpet dengan jumlah yang sangat terbatas. Jemaah mengalami kelelahan karena harus menunggu giliran lepas tengah malam untuk diangkut menuju Mina.

Tidak hanya itu, pihak Muassasah hanya menyediakan sebanyak 7 buah bus dengan daya tamping maksimal 60 orang plus barang, untuk mengangkut 7 kloter dala satu maktab. Akibatnya, para petugas kloter yang hanya berjumlah 5 orang harus bekerja keras dalam mengawal Jemaah, memastikan bahwa tidak ada Jemaah atau barang yang tertinggal.

“Alhamdulillah semua bisa kami lewati dengan baik, berkat doa keluarga di Indonesia,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam