Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Sulteng Tertinggi Nasional Serapan Penerima Bantuan Asuransi

00-FOTO B

PALU EKSPRES, PALU- Sejak UU Nomor 7 Tahun 2016 yang mengatur tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, Dan Petambak Garam, bergulir di masyarakat, serapan pemberian bantuan premi asuransi tertinggi secara nasional dicapai oleh Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari catatan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dari total klaim bantuan premi asuransi nelayan (BPAN) sebesar Rp2,19 Miliar untuk 800.000 nelayan yang telah menerima bantuan secara nasional, sekira 35.000 nelayan di Sulteng telah merasakan manfaatnya.
“Pemberian bantuan asuransi melalui Jasindo, Sulteng serapannya paling tinggi,” kata Direktur Perizinan dan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ir Sarifuddin MMA pada sosialisasi Peraturan Perundang- Undangan Nomor 7 Tahun 2016, bertempat di ruang Pogombo kantor Gubernur Sulteng, Jumat (24/8/2018).
Sarifuddin menambahkan, selain capaian serapannya sangat tinggi di Sulteng, nelayan yang menerima bantuan asuransi tersebut di provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Longki Djanggola itu minim komplein. Ini menunjukkan bahwa asuransi tersebut sangat besar manfaatnya bagi penerima.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Sudin SE dari Fraksi PDIP, menjelaskan lahirnya UU ini penuh dengan gejolak. Karena Pemerintah melalui Kementerian Kelautan, awalnya agak berat mengakomodir aspirasi pembayaran asuransi bagi masyarakat nelayan. Tapi karena pertimbangan perlunya pemerintah melindungi rakyatnya, sehingga dibuatlah UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam tersebut.
“Tahun 2009-2014 masuk dalam long list program legislasi nasional, lantas tahun 2015-2019 menjadi prioritas tahunan serta pada 15 Maret 2016 melalui rapat paripurna DPR RI mengesahkan UU ini,” papar Sudin SE yang juga merupakan anggota Panitia Kerja Penyusun UU Nomor 7 Tahun 2016 tersebut.
Sudin menjelaskan, sasaran utama penerima manfaat bantuan asuransi ini, di antaranya nelayan kecil maksimal 10 gross ton (GT), nelayan buruh serta nelayan pemilik (10-60 GT). Selain itu, pembudi daya ikan kecil maksimal lahan yang dimiliki 2 hektare, penggarap lahan budi daya dan pemiloki lahan budi daya (2-5 hektare).
“Petambak garam kecil yang menguasai lahan 5 hektare, penggarap tambak/lahan garam dan pemilik tambak/lahan garam (15-15 Ha), juga menajdi sasaran utama penerima manfaat,” ujarnya.
Adapun persyaratan penerima bantuan asuransi nelayan tambahnya, adalah nelayan kecil dan nelayan tradisional, memiliki kartu nelayan, berusia maksimal 65 tahun, tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang, ukuran kapal ,maksimal 10 GT serta tidak pernah mendapat bantuan program asuransi dari manapun.
Untuk diketahui, sosialisasi yang dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sudin SE, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ir Sarifuddin MMA dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng DR. Ir Hasanuddin Atjo MP tersebut, dibuka oleh Asisten Administrasi dan Kesra Setdaprov Sulteng, Dr. Elim Somba MSi mewakili Gubernur Sulteng Longki Djanggola. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital