Sabtu, 8 Agustus 2026

Inflasi Kota Palu Lampaui Target BI

PALU EKSPRES, PALU– Memasuki bulan Desember 2018 ini, target inflasi kota Palu sebagaimana ditetapkan Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng pada akhir tahun 2018 sebesar 5 plus minus 1, sudah terlampaui.

Laju inflasi tahun kalender bulan November 2018 sebagaiman dirilis BPS Sulteng pada Senin (3/12/2018), sebesar 5,29 persen atau melampaui sekitar 0,19 persen. BPS Sulteng juga mencatat angka inflasi year on year (November 2018 terhadap November 2017) tercatat sebesar 7,27 persen.

Namun menurut Kepala BPS Sulteng Ir Faisal Anwar, angka inflasi yang sudah melampaui target Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng bersama BI Sulteng pada akhir tahun 2018 sebesar 5 plus minus 1, sangat dimaklumi karena daerah ini baru saja tertimpa bencana gempa bumi.
Padahal jika kondisi normal, untuk periode November bisanya terjadi deflasi. “Bulan Oktober dan November biasanya terjadi deflasi, tapi ini malah sebaliknya. Semoga pemerintah daerah bisa menekan inflasi pada bulan Desember tahun ini sehingga laju inflasi tidak terlalu jauh melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumnya,” harap Faisal.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi, G.A. Nasser, SE, MM menyebutkan, selama November 2018, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,83 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Di antaranya, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,33 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,49 persen; sandang 0,49 persen, dan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,37 persen. Selanjutnya, kelompok pengeluaran kesehatan 0,26 persen dan pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen.
“Sedangkan penurunan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan 0,47 persen,” kata Nasser. Pada bulan yang sama lanjutnya, inflasi year on year Kota Palu mencapai 7,27 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 11,25 persen.
Dijelaskan Nasser, bahwa inflasi Kota Palu sebesar 0,83 persen berasal dari andil kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,532 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,257 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,035 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,014 persen, kelompok sandang sebesar 0,006 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,002 persen. Sementara kelompok pengeluaran bahan makanan memberikan andil negatif terhadap inflasi sebesar 0,014 persen.

Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain tarif angkutan udara 0,26 persen, tukang bukan mandor 0,24 persen, ikan mujair 0,12 persen, besi beton 0,10 persen, seng 0,08 persen, ayam hidup 0,06 persen, ikan teri 0,06 persen, kangkung 0,05 persen, bayam 0,04 persen dan semen 0,04 persen.
Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain ikan ekor kuning 0,23 persen, ikan bandeng 0,13 persen, ikan kembung 0,12 persen, serta ikan cakalang 0,06 persen.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital