Sabtu, 8 Agustus 2026

Daya Beli Petani di Sulteng Menurun

PALU EKSPRES, PALU – Daya beli petani di Provinsi Sulawesi Tengah pada Bulan November 2018 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Itu tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP) sebagaimana dirilis BPS Sulteng, Senin (3/12/2018).

Dalam rilis BPS Sulteng tersebut yang disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, G.A. Nasser SE, MM menyebutkan, bahwa NTP yang berperan sebagai indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan, untuk Provinsi Sulteng selama November 2018 tercatat sebesar 95,70 persen, turun 0,30 persen dibandingkan NTP bulan lalu.

“Ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,30 persen sementara indeks harga yang dibayarkan petani tidak mengalami perubahan,” kata G.A. Nasser di kantor darurat BPS Sulteng.

Nasser menjelaskan, NTP tertinggi terjadi pad subsektor hortikultura sebesar 109,96 persen. Sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 84,03 persen.

Di tingkat nasional katanya, NTP bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen. Demikian juga dengan NTUP mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen. “Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan November 2018 masing-masing sebesar 103,12 dan 111,92,” ungkapnya.

Sementara itu lanjutnya, Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) sebesar 106,42 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,58 persen dibandingkan Oktober 2018.
Untuk diketahui jelasnya, NTUP itu adalah gambaran antara indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), tanpa memperhitungkan pengeluaran untuk konsumsi rumahtangga. Dengan demikian, NTUP diharapkan lebih mencerminkan kemampuan daya tukar hasil produksi rumahtangga petani terhadap pengeluaran biaya selama proses produksi.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital