Minggu, 9 Agustus 2026

Ekonomi Sulteng TW 1 2019 Diperkirakan Tumbuh 5,2 Persen

PALU EKSPRES, PALU – Ekonomi Sulteng pada triwulan 1 tahun 2019 diperkirakan tumbuh 4,8 persen sampai dengan 5,2 persen year on year (yoy). Perkiraan itu didapat setelah mempertimbangkan imbas dari dampak bencana.

Demikian Kepala Perwakilan BI Sulteng dalam keterangan pers terkait desiminasi kajian ekonomi dan keuangan regional periode November 2018, Rabu 6 Desember 2018 di Palu.

Menurut dia, kegiatan konsumsi sektor rumah tangga dan pemerintah serta aktifitas di sektor perdagangan diperkirakan masih belum optimal. Sementara sektor pertanian juga masih dalam masa tanam. Selain itu untuk proyek proyek pemerintah juga masih belum tahap persiapan.

Dalam hal ini kata Miyono pertumbuhan ekonomi pada TW 1 2019 akan lebih banyak ditopang dari sektor ekspor yang diperkirakan masih tumbuh positif. Meskipun kinerjanya diperkirakan tidak sebagus TW tahun 2018. Hal itu sejalan dengan perkiraan melemahnya ekonomi Tiongkok sebagai negara importir stainless steel dari Sulteng. Sebagai dampak perang dagang terutama dengan Amerika Serikat.

Momen Pemilu 2019 pun tampaknya jelas Miyono akan sedikit mendorong gairah konsumsi masyarakat dan pemerintah Sulteng. Secara tahunan ekonomi Sulteng 2019 diperkirakan tumbuh 6.0 sampai 6,4 persen (yoy). Lebih rendah dari pertumbuhan 2017 yang tercatat 7,14persen. Dan diperkirakan 2018 yakni 6,1 sampai 6,5 persen (yoy).

Secara umum, menurut dia, selain dari konsumsi, faktor penopang pertumbuhan ekonomi 2019 bersumber dari kinerja ekspor yang diperkirakan masih akan tetap tumbuh positif. “Sementara untuk menopang pertumbuhan ekonomis, kredit perbankan juga diharapkan masih tetap tumbuh positif dikisaran 10persen,” jelas Miyono.

Sementara inflasi Sulteng pada akhir TW 1 2019 diperkirakan berada pada kisaran 3,2 sampai 3,6 persen (yoy).  Menurutnya, terkendalinya inflasi pada TW 1 tidak terlepas dari berbagai upaya antisipasi yang akan dilakukan TPID dalam mengendalikan ekspektasi konsumen dan menjaga pasokan komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Termasuk kata Miyono kebutuhan bahan bahan bangunan yang sangat diperlukan setelah memasuki tahap konstruksi paska bencana. Sedangkan dari sisi kelompok bahan makanan diperkirakan akan semakin terkendali dengan semakin jelasnya aturan perdagangan antar daerah. Yakni Peraturan Menteri Perdagangan nomor 29/M-DAG/PER/5/2017 tentang perdagangan antar pulau. Aturan ini mengharuskan pemenuhan kebutuhan domestik lebih didahulukan dibanding kebutuhan daerah lain agar dalam implementasinya peraturan ini dapat berjalan efektif di lapangan perlu pengawasan ketat.

Tantangan terberat dalam mengendalikan inflasi Sulteng saran dia pada tahun 2019 adalah bagaimana caranya mengendalikan harga barang dan jasa yang ditetapkan pemerintah (administred price). Seperti tarif angkutan udara, listrik dan harga BBM yang selama ini cendrung memberikan tekanan pada inflasi yang sangat tinggi. “Untuk itu sinergi menjadi kata kunci dalam mengendalikan inflasi,” tutupnya.

(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital