Kamis, 14 Mei 2026

Aroma dan Frekuensi Kentut Jadi Tanda Penyakit, Mitos atau Fakta?

PALU EKSPRES – Buang gas atau kentut tentu membuat orang lain tak nyaman. Mereka sampai harus menutup hidung ketika mencium bau kentut orang lain. Mengapa kentut bisa berbau? mitos atau fakta, kalau kentut terlalu sering menandakan suatu penyakit?

Dilansir dari Body and Soul, Ahad (6/1/2019), kentut berbau tergantung pada apa yang dimakan dan gas yang dihasilkan tubuh. Makanan yang membuat kentut bau biasanya berupa karbohidrat yang tidak tercerna.

Perut berjuang untuk memecah makanan tertentu saat mereka bergerak melalui usus. Gula seperti fruktosa dan sorbitol yang ditemukan pada beberapa buah dan pemanis buatan juga menjadi salah satu penyebab utamanya.

Pemicu aroma kentut lainnya termasuk serat yang ditemukan dalam kacang-kacangan dan buah-buahan. Menurut Yayasan Internasional untuk Gangguan Gastrointestinal Fungsional (IFFGD), makanan seperti kacang, asparagus, brokoli, kubis mengandung raffinose. Sehingga akan kelebihan gas. Bir juga mengandung banyak sulfur, bahan kimia dengan aroma yang cukup menyengat.

Lalu benarkan kentut menandakan sesuatu yang serius?

Ternyata, kentut dengan melebihi jumlah frekuensi normal bisa menjadi pertanda sesuatu yang serius. Setidaknya ada 4 tanda penyakit dari frekuensi kentut yang berlebih. Apa saja?

1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Kondisi ini menyengsarakan, menyebabkan perut sering tidak nyaman, kembung, sembelit, dan juga diare. Gejala lain IBS adalah seringnya buang gas.

IBS juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti kurangnya energi, merasa sakit atau mual, sakit saat berhubungan seks dan dan depresi. Cobalah cek ke dokter jika mengalami masalah itu.

2. Kanker Usus

Kanker usus, juga dikenal sebagai kanker usus besar atau kanker kolorektal. Tanda-tandanya yaitu buang air besar berdarah, sakit perut, kembung dan perubahan buang air besar. Efek samping perubahan buang air besar bisa berupa gas. Jadi jika sering kentut disertai gejala lainnya, bicarakan keluhan itu dengan dokter.

3. Penyakit Seliaka

Penyakit seliaka adalah kondisi pencernaan autoimun di mana usus bereaksi terhadap gluten (berasal dari karbo) dan menjadi meradang. Gluten merusak lapisan usus membuat tubuh tidak mampu menyerap nutrisi penting. Penyakit seliaka adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan seseorang kembung, mual, kelebihan gas, dan kelelahan, dan hanya diobati dengan perubahan pola makan.

4. Intoleransi Laktosa

Beberapa orang kekurangan enzim yang memungkinkan mereka untuk mencerna laktosa yang ditemukan dalam produk susu. Minum susu atau makan sesuatu seperti keju dapat menyebabkan sakit perut seperti, diare, kembung dan bergas.

(mar/jpc)

 

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengembangan Strategi Digital yang Lebih Efektif melalui Analisis Mendalam terhadap Pola Permainan yang Tepat
Perilaku Pemain Kini Semakin Banyak Dikaji untuk Membentuk Strategi Bermain yang Lebih Efisien dan Terarah
Sistem Adaptif di Gates Of Olympus Perlahan Menyusun Ulang Interaksi dan Membuka Pola Baru yang Lebih Dinamis
Teknik Manajemen Risiko Bermain di Game Online Viral melalui Observasi Pola Kemenangan
Tren Media Sosial Terbaru Disebut Membuat Feed Pengguna Semakin Variatif Majong Ways 2
Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam