Minggu, 9 Agustus 2026

Penurunan Harga Tiket Pesawat Terjadi Hanya Saat Low Season

PALU EKSPRES, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mengatakan penurunan hard tiket penerbangan domestik akan berlangsung selama low season tau April 2019. Harga tiket maskapai yang diturunkan tersebut merupakan harga sebelum natal dan tahun baru pada 2018 lalu.

“Kita memasuki low season seperti 2018 sampai dengan April nanti,” ujar Ketua INACA Ari Ashkara di Restoran Batik Kuring di Kawasan SCBD Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Sekjen INACA Tengku Burhanudin bersyukur setelah melakukan pembahasan bersama dengan para maskapai penerbangan, penurunan harga berhasil diwujudkan. Para maskapai yang tergabung dalam INACA ternyata sudah menurunkan enam rute penerbangan pada Jumat (11/1/2019).

“Sebagai contoh kalau Banda Aceh-Jakarta Rp 3,2 juta itu Garuda nanti dijual Rp 1,6 juta, Batik Air Rp 2,8 mungkin Rp 1,5 juta. Mungkin juga Jakarta-Jayapura tadinya Rp 4 juta sekararang lebih kurang Rp 3 juta, Batik Air Jakarta-Bali Rp 2,9 juta menjadi Rp 1,9 juta,” kata Tengku.

Sementara itu, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Tbk Piki ilham menegaskan, selaku maskapai penerbangan Full Service Carier (FSC), dalam penetapan harga tarif mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 tahun 2016 mengenai Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB). Dalam aturan tersebut, maskapai layanan penuh atau FSC diperbolehkan menaikkan harga hingga 100 persen dari batas atas.

“Sedangkan, medium service maksimum 90 persen dari TBA, dan Low Cost Carier (LCC) maksimum 85 persen dari TBA,” jelasnya.

Tujuan dari aturan tersebut, lanjutnya, agar industri penerbangan dapat hidup dengan sehat, sehingga tidak terjadi persaingan harga meskipun pelayanan setiap maskapai berbeda-beda.

“Yang terjadi selama ini, antara maskapai banting-banting harga. Dan Kami dari Garuda karena TBB-nya adalah 30 persen dari TBA, akibatnya Garuda bisa gunakan harga yang sangat lebar itu untuk bersaing di pasar, tapi kalau Garuda lakukan terus menerus, maka LCC bisa enggak hidup juga,” katanya.

“Mulai Jumat kemarin, kami sudah turunkan enam rute. Hari ini, kami pastikan Banda Aceh akan turun, Jayapura, Pontianak, Ujung Pandang, Denpasar, Yogya, Surabaya, Padang, dan beberapa destinasi lain akan turun. Ini akan terus kami evaluasi sesuai demand dari masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

(rom/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital