Sabtu, 8 Agustus 2026

Indonesia Butuh Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Indonesia sebagai negara terluas di ASEAN. Wilayahnya dipisahkan dengan lautan. Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. Hanya saja pembangunan itu tidak dapat didanai keseluruhannya dengan APBN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, untuk menopang keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia dibutuhkan partisipasi pihak swasta. Semua itu dikerjakan dengan skema Public Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Kita membutuhkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan persnya yang diterima Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya Sri Mulyani berpidato di acara Public Private Partnership (PPP) Day 2019 yang berlangsung di Singapura pada Selasa, (15/01/2019). Event tersebut mengambil tema “Beyond Boundaries: Indonesia As a Global PPP Investment Destination” untuk menjaring lebih banyak investor.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia menegaskan bahwa Indonesia mempunyai APBN yang sehat dan kuat. Dalam menghadapi lingkungan global 2019, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan. Mengingat, Indonesia adalah negara besar yang dipisahkan oleh lautan.

Untuk mendukung skema KPBU itu, pemerintah menyediakan sejumlah instrument. Yakni, Project Development Facility, Viability Gap Fund (VGF), Infrastructure Guarantee, dan Special Mission Vehicles (SMV) yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Indonesia Invesment Fund, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Sementara itu, Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez mengungkapkan, pihaknya memperkirakan defisit dana infrastruktur yang dialami oleh Indonesia mencapai USD 1,5 triliun. Kondisi itu merupakan peluang bagi para investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia sebagai negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Rodrigo, peluang berinvestasi di Indonesia patut diperhitungkan karena iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Iklim investasi di Indonesia yang baik di Indonesia ditandai oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang kuat dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen pertahun dari 2015 hinga 2017.

Selain fundamental ekonomi yang baik dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi, surat utang Indonesia yang berada pada level investment grade, serta lelang surat utang negara terbaru yang selalu melebihi penawaran dengan rata-rata hingga 2,5 kali turut menjadi capaian ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut Rodrigo menyampaikan, Bank Dunia hadir untuk Indonesia dan optimistis bahwa pembiayaan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya merupakan salah satu instrumen yang dibentuk oleh Kemenkeu untuk memberikan kenyamanan berinvestasi di bidang infrastruktur.

Lebih jauh dikatakan, dalam sesi Power Lunch dan Sesi Deep Dive, banyak investor yang menanyakan fungsi penjaminan. Sementara penjaminan pemerintah dapat meningkatkan kelayakan kredit (Credit Worthiness).

Kini proyek yang dibiayai PT PII dengan skema PPP yakni pembangunan perkeretaapian Makassar – Parepare. Dalam proyek ini PT PII menjalankan mandatnya sebagai pelaksana penyiapan dan pendampingan transaksi proyek (Project Development Facility). Saat ini proyek Makassar – Parepare telah masuk dalam tahap penetapan pemenang lelang.

“Para investor mulai meyakini bahwa Indonesia merupakan destiny investment. Termasuk dalam bidang infrastruktur menggunakan skema PPP atau KPBU. Terlebih dengan adanya penjaminan pemerintah melalui PT PII membuat nyaman untuk swasta berinvestasi.”

(jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital