Sabtu, 8 Agustus 2026

Surat Suara Mulai Diproduksi, KPU Klaim Hemat Rp 291 Miliar

PALU EKSPRES, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memulai proses

produksi pencetakan surat suara guna kebutuhan Pemilu 2019. KPU

mengklaim berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 291.378.192.100.

Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan, pihaknya mencetak

sebanyak 939.879.651 surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019. Dia

meyakini, pihaknya melakukan penghematan 35 persen dari total

anggaran senilai Rp 894.720.293.000.

“Dari pengadaan surat suara ini, KPU setidaknya berhasil melakukan

penghematan Rp 291.378.192.100 atau 32,57 persen dari total pagu

Rp 894.720.293.000 atau telah hemat Rp 269.349.301.525 atau 30,86

persen dari Harga Perkiraan Sendiri atau HPS Rp 872.691.402.425,”

kata Ilham di PT Gramedia, Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Ilham menuturkan, total surat suara yang dicetak sebanyak

939.879.651 lembar yang akan diproduksi serentak oleh lima

konsorsium ditambah satu perseroan terbatas.

“Keenam konsorsium sendiri tersebar di 35 lokasi, di tiga provinsi

dengan nilai kontrak Rp 603.342.100.900,” jelasnya.

Untuk diketahui, proses pencetakan surat suara dilakukan di enam

perusahaan, yaitu PT Gramedia, PT Balai Pustaka (Jakarta), PT

Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Temprina Media Grafika (Jawa

Timur), PT Puri Panca Pujibangun (Jawa Timur), dan PT Adi Perkasa

Makassar (Sulawesi Selatan).

Soal, proses pencetakan surat suara diprediksi akan berlangsung

selama 60 hari sebelum berlangsungnya pemilu pada 17 April 2019.

“Proses produksinya 60 hari. Jadi kita berharap bulan Maret sudah

selesai dan didistribusikan dengan baik,” kata Ilham.

Ilham menuturkan, KPU bekerjasama dengan Politeknik Negeri Media

Kreatif untuk mengawasai jika ada kecacatan dalam surat suara.

Misalnya, gambar yang tidak sempurna atau cipratan tinta yang

mengenai surat suara.

“Kita berharap dengan adanya quality control dari Politeknik, hal

yang terkait dengan ciptaran tinta kemudian gambar yang tidak

sempurna itu bisa selesai di percetakan,” ucapnya.

Untuk diketahui, proses pencetakan surat suara dilakukan di enam

perusahaan, yaitu PT Gramedia, PT Balai Pustaka (Jakarta), PT

Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Temprina Media Grafika (Jawa

Timur), PT Puri Panca Pujibangun (Jawa Timur), dan PT Adi Perkasa

Makassar (Sulawesi Selatan).

(muh/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital