Sabtu, 19 September 2026

Insentif Honorer Memberatkan APBD

TIM PENDAMPING – Tim Pendamping meminta insentif honorer yang membebani APBD ditinjau kembali. (TEMU)

Walikota Diminta Moratorium Tenaga Honorer
PALU, PE – Satu persatu persoalan terkait pembiayaan APBD Kota Palu satu-persatu mulai mencuat.
Salahtunya pembiayaan yang mulai disorot Tim Pendamping (TP) adalah belanja untuk pembayaran tenaga honorer.

Persoalan ini mencuat dalam rapat asistensi TP bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Palu, Kamis 13 Oktober kemarin. Anggota TP Walikota Adha Nadjemuddin mengatakan, dana yang terserap untuk belanja pembayaran gaji honorer cukup membebani APBD. Sementara indikator efektif tidaknya kinerja tenaga honorer pada satu urusan instansi belum diketahui secara pasti.

”Harus ada kejelasan untuk persoalan tugas honorer ini. Sebenarnya tidak masalah, asalkan uraian tugas honorer ini jelas dan memang dibutuhkan untuk suatu urusan instansi,” kata Ketua GP Anshor Sulteng ini kepada wartawan usai pertemuan tersebut. Dia menggambarkan, jika seorang tenaga honorer digaji Rp500 ribu per bulan dengan asumsi dua ribu tenaga honorer kemudian dikali 12 bulan, maka dalam setahun APBD Kota Palu terkuras sekitar Rp12 miliar.

”Ini baru asumsi jika jumlah honorer sebanyak 2.000 orang berdasarkan data dari BKD. Tapi jumlah itukan mesti diklarifikasi lagi apakah benar demikian, bisa jadi jumlahnya lebih dari itu dan pembayaran honor masing-masing SKPD pasti ada yang lebih dari Rp500 ribu,” kata Adha, kepada wartawan usai pertemuan tersebut. Berangkat dari hal itu, pihaknya kata Adha akan meminta Walikota Palu untuk memoratorium  penerimaan tenaga honorer di SKPD lingkup Pemkot Palu. Mewakili TP, Adha juga mendesak Walikota untuk mengevaluasi hal-hal terkait uraian tugas tenaga honorer tersebut.

”Intinya harus dievaluasi,  jika memang ada honorer yang malas bekerja, atau keberadaannya disatu instansi tidak dibutuhkan, ya lebih baik diberhentikan. Sebaiknya memaksimalkan tugas dan pembayaran gaji honorer yang bekerja aktif dalam membantu urusan instansi,” katanya.

Hal – hal yang perlu dievaluasi saran Adha, yakni soal absensi kehadiran honorer, uraian tugas serta kebutuhan instansi akan tenaga honorer tersebut.  Pihaknya justru merasa khawatir, keberadaan tenaga honorer hanya akan membuat aparatur sipil negara (ASN) menjadi malas. “Ini fakta yang mulai terlihat, salahsatu efeknya juga bisa membuat ASN menjadi malas. Terkadang tugas yang menjadi uraian tugasnya dilimpahkan pada honorer,” jelasnya.

Selain soal pembayaran honorer, Adha juga menyorot belanja alat tulis kantor (ATK) biaya foto copi dokumen disejumlah SKPD. Menurutnya, mayoritas usulan pengadaan ATK SKPD tidak rasional. Satu jenis pengadaan ATK yang dijadikan modus adalah pengadaan bolpoint. “Umumnya kami temukan, untuk pengadaan bolpoint dalam satu triwulan saja sampai tiga atau lima jutaan. Inikan tidak rasional,” demikian Adha.(mdi

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam