Selasa, 11 Agustus 2026

Insentif Honorer Memberatkan APBD

TIM PENDAMPING – Tim Pendamping meminta insentif honorer yang membebani APBD ditinjau kembali. (TEMU)

Walikota Diminta Moratorium Tenaga Honorer
PALU, PE – Satu persatu persoalan terkait pembiayaan APBD Kota Palu satu-persatu mulai mencuat.
Salahtunya pembiayaan yang mulai disorot Tim Pendamping (TP) adalah belanja untuk pembayaran tenaga honorer.

Persoalan ini mencuat dalam rapat asistensi TP bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Palu, Kamis 13 Oktober kemarin. Anggota TP Walikota Adha Nadjemuddin mengatakan, dana yang terserap untuk belanja pembayaran gaji honorer cukup membebani APBD. Sementara indikator efektif tidaknya kinerja tenaga honorer pada satu urusan instansi belum diketahui secara pasti.

”Harus ada kejelasan untuk persoalan tugas honorer ini. Sebenarnya tidak masalah, asalkan uraian tugas honorer ini jelas dan memang dibutuhkan untuk suatu urusan instansi,” kata Ketua GP Anshor Sulteng ini kepada wartawan usai pertemuan tersebut. Dia menggambarkan, jika seorang tenaga honorer digaji Rp500 ribu per bulan dengan asumsi dua ribu tenaga honorer kemudian dikali 12 bulan, maka dalam setahun APBD Kota Palu terkuras sekitar Rp12 miliar.

”Ini baru asumsi jika jumlah honorer sebanyak 2.000 orang berdasarkan data dari BKD. Tapi jumlah itukan mesti diklarifikasi lagi apakah benar demikian, bisa jadi jumlahnya lebih dari itu dan pembayaran honor masing-masing SKPD pasti ada yang lebih dari Rp500 ribu,” kata Adha, kepada wartawan usai pertemuan tersebut. Berangkat dari hal itu, pihaknya kata Adha akan meminta Walikota Palu untuk memoratorium  penerimaan tenaga honorer di SKPD lingkup Pemkot Palu. Mewakili TP, Adha juga mendesak Walikota untuk mengevaluasi hal-hal terkait uraian tugas tenaga honorer tersebut.

”Intinya harus dievaluasi,  jika memang ada honorer yang malas bekerja, atau keberadaannya disatu instansi tidak dibutuhkan, ya lebih baik diberhentikan. Sebaiknya memaksimalkan tugas dan pembayaran gaji honorer yang bekerja aktif dalam membantu urusan instansi,” katanya.

Hal – hal yang perlu dievaluasi saran Adha, yakni soal absensi kehadiran honorer, uraian tugas serta kebutuhan instansi akan tenaga honorer tersebut.  Pihaknya justru merasa khawatir, keberadaan tenaga honorer hanya akan membuat aparatur sipil negara (ASN) menjadi malas. “Ini fakta yang mulai terlihat, salahsatu efeknya juga bisa membuat ASN menjadi malas. Terkadang tugas yang menjadi uraian tugasnya dilimpahkan pada honorer,” jelasnya.

Selain soal pembayaran honorer, Adha juga menyorot belanja alat tulis kantor (ATK) biaya foto copi dokumen disejumlah SKPD. Menurutnya, mayoritas usulan pengadaan ATK SKPD tidak rasional. Satu jenis pengadaan ATK yang dijadikan modus adalah pengadaan bolpoint. “Umumnya kami temukan, untuk pengadaan bolpoint dalam satu triwulan saja sampai tiga atau lima jutaan. Inikan tidak rasional,” demikian Adha.(mdi

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization