Sabtu, 8 Agustus 2026

PLN Perpanjang Diskon Tarif Listrik Industri

PALU EKSPRES, JAKARTA – PT PLN memperpanjang diskon tarif industri sebesar 30 persen pada pukul 23.00–08.00 WIB untuk mengerek konsumsi listrik nasional.

Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu sudah memberikan diskon tarif Rp 52 per kWh bagi pelanggan rumah tangga 900 VA.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko Abumanan mengatakan, diskon tarif industri cukup efektif untuk menaikkan konsumsi industri.

’’Tahun lalu industri tumbuh tinggi,’’ ujar Djoko, Rabu (27/2/2019).

Pada 2018 lalu, realisasi pertumbuhan konsumsi listrik industri mencapai 6,45 persen.

Angka tersebut lebih tinggi daripada realisasi pertumbuhan listrik nasional 2017 yang sebesar 5,14 persen.

PLN juga telah memberlakukan diskon tarif 30 persen itu sejak 2016.

Program yang merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi jilid III tersebut berlangsung selama tiga tahun dan seharusnya berakhir pada akhir 2018.
Program tersebut diharapkan menggairahkan sektor industri yang harus menurunkan produksi, terutama sif malam, lantaran perlambatan ekonomi.

Program itu diberikan kepada industri skala menengah dan besar dengan daya di atas 200 kVa.

Pemanfaatan insentif tersebut diharapkan membuat industri menambah investasi dan peningkatan produksi.

Selain itu, PLN mengeluarkan paket penundaan pembayaran 40 persen rekening listrik sebagai program jangka pendek, yakni enam dan sepuluh bulan kepada industri padat karya.

Saat ini pertumbuhan konsumsi listrik industri terbesar berada di Jawa Tengah. Jawa Timur ada di posisi kedua.

’’Sekarang pertumbuhan Jatim dikalahkan Jateng. Industri banyak yang pindah ke sana (Jateng),’’ terang Djoko.

Hal tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan industri di sebuah wilayah.

Selain listrik, perkembangan industri didukung transportasi jalan tol, pelabuhan, maupun kemudahan perizinan.
Secara keseluruhan, pendapatan PLN memang masih terkonsentrasi di Jawa dengan dominasi 70 persen.

Setelah itu Sumatera dengan angka 20 persen dan sepuluh persennya di wilayah Indonesia Timur.

’’Jawa itu klasternya terbesar di Jawa Barat, lalu Jateng, kemudian Jatim,’’ ucap Djoko. (vir/c22/oki)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital