Minggu, 5 April 2026
Palu  

Data Rumah Rusak di Palu Bertambah Jadi 55.102 Unit

PALU EKSPRES, PALU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Palu baru saja merampungkan pendataan jumlah kondisi bangunan rusak tahap dua tingkat Kota Palu. Data ini nantinya menjadi acuan dalam menentukan penerima dana stimulan perbaikan rumah.

Dalam data tahap dua ini jumlah kerusakan rumah masyarakat yang dilaporkan, bertambah sebanyak 12.238 unit. Terdiri dari rumah rusak berat (RB) sebanyak 2.422unit. Rusak sedang (RS) sebanyak 3.200unit dan rusak ringan (RR) sebanyak 3.785 unit dan rumah hilang (RH) sebanyak 2.831 unit.

Sebelumnya, dalam data tahap 1 kondisi bangunan,  jumlah total rumah rusak sebanyak 42.864. Dengan rincian RB sebanyak 9.181. RS sebanyak 12.717 unit. RR sebanyak 17.293 dan RH sebanyak 3.673.

Dengan demikian jumlah total rumah rusak dalam data tahap 1 dan 2 sebanyak 55.102 unit.
Antara lain rumah RB sebanyak 11.603. Rumah RS sebanyak 15.917 unit. Rumah RR sebanyak 21.078 unit dan rumah hilang sebanyak 6.504 unit.

Menurut Arfan, data kondisi bangunan rumah rusak tahap 1 akan menjadi prioritas verifikasi dan validasi serta asessmen dari dinas pekerjaan umum (PU) Kota Palu. Hal itu  utuk mempercepat proses penyaluran dana stimulan perbaikan rumah.

PUPR menurutnya pernah melakukan asesmen tingkat kerusakan rumah di Kota Palu pada Oktober sampai dengan November 2018 silam.
Sedikitnya kata dia 18.438 unit rumah rusak di Kota Palu. Namun data rumah yang diasesmen tersebut tidak mengacu pada data kondisi rumah tahap 1. Karena data itu baru dirilis pada awal Februari 2019.

Akan tetapi jelas Arfan, setelah dilakukan pengecekan, terdapat sedikitnya 5.962 unit rumah rusak dalam data tahap 1 yang kebetulan masuk dalam proses asessmen PUPR tersebut.

“Rencananya rumah yang telah melalui proses asessmen inilah yang akan menjadi prioritas pemberian dana stimulan,”jelas Arfan, Kamis 28 Februari 2019.

Terhadap sisah rumah dalam data tahap 1 yang belum melalui proses assessment, pihaknya lanjut Arfan akan segera menyerahkannya kepada dinas PU Palu untuk proses asesmen lanjutan.

“Asessmen akan dimulai pekan ini.
Sisa data rumah yang belum asessmen akan kami berikan ke PU,”katanya.

Berkaitan dengan dimulainya asessmen, pihaknya lanjut Arfan mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah. Agar nantinya petugas lebih mudah memverifikasi dan validasi kebenaran data pemilik rumah bersangkutan.

“Kami juga akan meminta jadwal itu di dinas PU supaya kami juga bisa umumkan melalui pemerintah kelurahan,”ucapnya.

Selanjutnya, data jumlah korban jiwa.
Data korban jiwa sebagai basis data penerima dana santunan juga bertambah. Dalam pendataan tahap dua, jumlah korban bencana bertambah sebanyak 515 jiwa. Terdiri dari meninggal dunia sebanyak 476 dan hilang sebanyak 39 jiwa.

Sementara dalam data tahap 1, jumlah total korban jiwa sebanyak 3.679. terdiri dari meninggal dunia sebanyak 2.131. hilang sebanyak 532. Dan jumlah jiwa yang dikuburkan massal tanpa identitas sebanyak 1.016.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi. Bappeda Palu juga membuka kembali ruang untuk perbaikan data.  Data jumlah pengungsi kata dia sudah berada dalam tahap 3.

“Data tahap 3 ini belum kami rampungkan. Karena masih ada sekitar 7 kelurahan yang data pengungsinya bertambah.  Para lurah kami minta untuk validasi lagi sesuai kriteria pengungsi,”pungkasnya.

Untuk diketahui jumlah pengungsi dalam data tahap 2 sebanyak 11.171 kepala keluarga (KK) dan 40.738 jiwa.

(mdi/palu ekspres)