Sabtu, 8 Agustus 2026

Gap Jokowi-Prabowo 28 Persen, Fahri Hamzah Nilai Hasil Survei Diatur

PALU EKSPRES, JAKARTA– Hasil temuan terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan jika gap elektabilitas antara pasangan Joko Jokowi-Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sudah dikisaran 28 persen. Jarak yang sangat lebar di sisa masa kampanye yang semakin sempit.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai survei ini sudah diatur angkanya. Ia tidak percaya gap antara dua pasang kandidat mencapai 28 persen. Baginya hasil survei ini hanya sebatas penggiringan opini belaka.

“Ya atur-aturlah kira-kira begitu. Ngegiring opini tujuannya, namanya otak atik atuk,” ujar Fahri di komplek DPR RI Senayan Jakarta, (6/3/2019).

Fahri menjelaskan, lembaga survei saat ini memiliki kelompoknya masing-masing. Kemudian mereka akan berpihak kepada kubu tertentu. Hal itu pula yang membuat hasil survei bisa digunakan untuk menggiring opini publik.

“Ini kan surveyor punya konsorsium. Udahlah kita kan pemain jadi jangan saling tipu, kita sudah tahu,” kata Fahri.

“Konsorsium itu punya kesepakatan tentang data, ada telepon-telepon di antara mereka. Naikin angkanya sekian, tambah sekian, nanti di surveiku aku giniin,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Fahri meragukan hasil temuan survei ini. Ia bahkan menduga akan terulang fenomena Pilkada 2017. Di mana kala itu banyak lembaga survei memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dengan margin yang lebar dari pesaingnya, namun pada hasil resmi pasangan tersebut kalah.

“Sama dengan kasus Pilkada DKI, ini yang akan terjadi, rakyat ini akan bohong sama surveyor-surveyor dan nanti surveyor ini akan malu,” pungkasnya.

Diketahui, setelah 6 bulan masa kampanye, jarak elektabilitas antara pasangan petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan penantangnya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno semakin lebar. Hal itu sesuai dengan hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Pasangan Joko-Ma’ruf mendapat elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan sebesar 30,9 persen.

Dengan kata lain selisih antara keduanya meningkat menjadi sekitar 28 persen. Padahal, dalam survei-survei sebelumnya masih berkisar 20 persen.

“Responden yang belum memutuskan, merahasiakan, atau tidak menjawab menjawab sebesar 9,9 persen,” ujar Peneliti LSI, Ardian Sopa di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 18-25 Februari 2019, melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2,9 persen.

(sab/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital