Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Gara-Gara Captain Marvel, Brie Larson Dijauhi Pria

PALU EKSPRES- Sebagai pemeran utama, Brie Larson tentu menanggung tugas ekstra jika dibandingkan dengan cast lain. Buat peran Captain Marvel, aktris kelahiran 1 Oktober 1989 tersebut melakukan persiapan keras. Fisik dan mentalnya ditempa.

Larson pun menilai bahwa Captain Marvel tidak hanya mengubah peta karirnya. Film itu juga mengubah hidupnya. Berikut petikan wawancara roundtable Jawa Pos dengan Larson di Singapura.

Hai, Brie. Untuk film ini, kamu melakukan latihan fisik ekstrem. Seberapa penting sih latihan tadi buat persiapan peranmu?

Aku ingin meyakinkan penonton, aku ”ada” di karakterku (Captain Marvel), tidak sekadar sok kuat dan pakai kostum. Aku mampu melakukan apa yang dia (Captain Marvel) lakukan dan itu sangat berpengaruh (pada filmnya).

Seperti apa pengalaman latihan yang paling membekas buatmu?

Pengalaman berada di gym dan mengangkat beban bertentangan dengan pandangan gender yang beredar. Ya, ada beberapa pria yang terang-terangan menjauh dariku karena mereka terancam melihatku mengangkat beban lebih berat daripada mereka. Aku juga sering dapat komentar aneh.

Namun, saat mampu melakukan apa yang kulakukan di gym, aku merasa lebih kuat. Lebih pede.

Ini adalah film para perempuan. Bukan cuma tentang perempuan yang berasal dari latar belakang budaya berbeda. Captain Marvel menyuguhkan pengalaman perempuan yang beragam. Bukan hanya tentang Carol (Danvers), tetapi juga Gemma (Chan, pemeran Minn-Erva), Lashana (Lynch, pemeran Maria Rambeau), dan Annette (Bening, pemeran Supreme Intelligence).

Kisahnya sangat padat. Filmnya sangat powerful dan menarik. Aku gembira karena keberagaman ini diangkat dalam skala yang lebih besar, bukan lagi dalam film indie seperti yang sebelumnya kubintangi.

(*/c14/jan)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital