Jumat, 18 September 2026

Tarif Batas Atas Turun 15 Persen, Tiket Pesawat Masih Mahal

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pemerintah berkali-kali menjanjikan penurunan tarif tiket pesawat. Kenyataannya, hingga kini tarif tersebut tak kunjung turun, terutama untuk penerbangan domestik. Aksi protes pun bermunculan.

Bahkan, di media sosial muncul desakan untuk mencopot Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Di Twitter kini muncul tagar #PecatBudiKarya. Tagar tersebut merupakan puncak kekesalan warganet karena pemerintah dianggap membiarkan tingginya tarif tiket pesawat. Namun, desakan itu tampaknya diabaikan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tidak begitu memedulikan tagar yang sedang ramai di Twitter tersebut. Dia menilai Budi sebagai menteri yang bagus.

Luhut membantah anggapan bahwa pemerintah membiarkan harga tiket pesawat melambung. Dia mengatakan, pemerintah bakal menurunkan tarif batas atas (TBA) penerbangan sebesar 15 persen. “Kemarin Garuda sudah yes (sepakat, Red). Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno) juga,” kata Luhut di hadapan awak media kemarin (8/5/2019).

TBA dan tarif batas bawah (TBB) untuk tiap kelas dan rute tidak sama. Untuk kelas ekonomi dengan rute penerbangan Jakarta-Surabaya, misalnya, TBA-nya kini Rp 1.372.000 dan TBB Rp 480.000. Jika TBA diturunkan hanya 15 persen, berarti menjadi Rp 1.166.200. Jika maskapai mematok tarif sesuai TBA, hampir pasti tetap muncul protes warga yang terbiasa dengan tarif lama. Sebab, tarif sebelumnya dengan rute yang sama hanya Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Mengenai hal itu, Luhut mengatakan bahwa pemerintah masih perlu melihat tren demand dan situasi pasar.

Sementara itu, Menhub Budi Karya menyatakan, penentu tarif tiket pesawat terdiri atas beberapa komponen. Antara lain, 45 persen merupakan biaya bahan bakar, 35 persen adalah biaya leasing pesawat, dan sisanya adalah pengeluaran lain-lain. Ada juga 15 persen biaya sumber daya manusia (SDM). “Kalau dibilang biaya parkir di bandara mahal itu tidak. Dibanding negara lain malah lebih murah,” ungkapnya saat ditemui di gedung BPK kemarin.

Budi menambahkan, bisnis maskapai merupakan bisnis padat modal. Penghasilannya mengandalkan omzet. Terkait jumlah penumpang tahun ini yang lebih rendah, Budi membenarkan. Menurut dia, mungkin itu terjadi karena pengurangan penerbangan oleh Garuda Indonesia. Hal tersebut memengaruhi jumlah penumpang pesawat di tanah air. “Saya tidak cek lagi yang lain. Kalau Lion Air itu karena sepuluh pesawat Boeing 737 MAX 8-nya grounded,” bebernya.

Pria asli Palembang tersebut juga berjanji mengevaluasi TBA pesawat. Dia tengah berkonsultasi kepada stakeholder terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI. “Senin nanti hasil konsultasi itu saya sampaikan kepada Menko Perekonomian,” ujar Budi.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, penurunan TBA tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis Garuda. Meski begitu, penurunan TBA harus memperhitungkan penurunan struktur biaya. Hal tersebut mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Ada juga Keputusan Menteri Perhubungan 72/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pela­yanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Pemerintah itu bukan menurunkan TBA, tetapi struktur cost, biaya mana yang bisa menyebabkan turun. Sebab, industri kan harus dilindungi,” tuturnya.

Menurut Pikri, jika merujuk aturan tersebut, TBA bisa berubah jika ada perubahan struktur biaya operasional pesawat. Selama ini komponen terbesar pembentuk biaya pesawat adalah bahan bakar, perawatan pesawat, sewa pesawat, dan komponen lain. “TBA ini kan 2014, itu harganya (avtur) jauh banget, sudah naik berapa persen. Kalau diturunkan itu turun dari yang tertinggi,” jelasnya.

Pada 16 Februari 2019, Pertamina menurunkan harga avtur sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang disalurkan melalui Depot Pengisian Pesawat Udara. Harga avtur Pertamina saat itu turun dari Rp 8.210 menjadi Rp 7.960 per liter. Sayang, harga tersebut kembali bergerak naik menjadi Rp 8.380 per liter (published rate) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Pertamina memang melakukan evaluasi rutin dan penyesuaian harga avtur secara periodik atau dua kali dalam sebulan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan harga rata-rata minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan faktor lain. Namun, Pikri menegaskan bahwa pihaknya akan tetap tunduk pada regulasi dan pemegang saham.

Garuda tetap berusaha memaksimalkan pendapatan dari non penumpang. Misalnya dari kargo, penjualan barang di pesawat, atau pendapatan iklan. Garuda akan mengubah konsep bisnisnya dari hanya menjual tiket menjadi menjual brand. Garuda juga memproyeksikan beberapa penerbangan akan mengalami penurunan penumpang saat mudik nanti. Misalnya rute Jakarta-Jogjakarta dan Jakarta-Semarang. Penurunan terjadi karena beroperasinya tol trans-Jawa.
Dampak dari mahalnya tiket pesawat membuat bandara sepi. Kunjungan di bandara relatif sepi dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Pengamat penerbangan Alvin Lie menerangkan, Januari hingga April memang low season bagi dunia penerbangan. Penumpang sepi. Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penumpang pada periode ini lebih rendah. PT Angkasa Pura (AP) I mencatat jumlah penumpang turun hingga 3,5 juta orang pada kuartal I tahun ini.

Menurut Alvin, ada beberapa ha1 yang menjadi penyebab jumlah penumpang pesawat turun. Misalnya karena adanya tol trans-Jawa. Selain itu adanya pemanfaatan teknologi untuk proses bisnis sehingga tidak lagi harus dilakukan tatap muka. “Faktor lainnya adalah tingginya biaya perjalanan. Bukan hanya harga tiket, tapi juga biaya hotel, transportasi lokal, makan, dan sebagainya,” papar dia.

Pada bagian lain, anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah meminta pemerintah membuat terobosan konkret untuk menurunkan tarif tiket pesawat. Menurut dia, kenaikan harga tiket pesawat merembet ke sejumlah sektor. “Paling nyata dirasakan sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif,” ucapnya di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Musisi asal Jember itu menyebutkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada awal Mei terdapat penurunan sebesar 1,7 juta penumpang dalam kurun satu tahun terakhir. Menurut Anang, situasi tersebut berdampak signifikan bagi industri pariwisata.

Anang menambahkan, situasi semakin krusial saat momentum jelang mudik Lebaran dan liburan anak sekolah yang jatuh akhir Mei dan awal Juni. Kendati demikian, dia menyebutkan, masyarakat memiliki opsi penggunaan moda transportasi selain pesawat. “Karena momentum mudik Lebaran ke kampung halaman akan berdampak transfer ekonomi dari kota ke desa, baik melalui sektor wisata, kuliner, maupun sektor kreatif lain,” tambahnya.

(bay/lyn/vir/tau/c9/oni)

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam