Sabtu, 8 Agustus 2026

Longki Usulkan TN Togean Jadi Cagar Biosfer Dunia

64377473_10218993672656855_320233143841849344_n

Paris, PE – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memimpin delegasi dari Cagar Biosfer Lore Lindu pada pertemuan Man and the Biosphere Programme – International Coordinating Council (MAB-ICC) UNESCO Sesi ke-31 di Place de Fontenoy, Paris, Perancis.

Pertemuan untuk Kategori Pertemuan Antar Pemerintah (Intergovernmental Meeting) ini berlangsung dari 17 hingga 21 Juni 2019.

Gubernur Longki didampingi Bupati Poso, Darmin Sigilipu, Bupati Sigi, Irwan Lapatta serta sejumlah pejabat terkait.

Adapun Pimpinan Delegasi Indonesia adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup. Selain Delegasi Sulteng, Dirjen KSDAE membawa Delegasi Provinsi dan Kabupaten di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Bagi Sulawesi Tengah, pertemuan ini menjadi penting karena keberadaan Taman Nasional Lore Lindu yang telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfer Dunia. Juga terkait dengan program pariwisata dan budaya di sekitar kawasan itu.

“Selain itu, kami akan mengusulkan pula penetapan Taman Nasional Kepulauan Togean menjadi salah satu dari 669 cagar biosfer dunia yang diakui UNESCO,” kata Longki di Paris, Prancis.

Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba, yang mendampingi Longki menyampaikan pula: “Agenda pertemuannya disamping melakukan Review Progress dari MAB Programme, juga untuk membahas rekomendasi riset di tiap negara dan membahas penyusunan proposal untuk kerjasama regional dan internasional.”

Pertemuan ini juga akan melakukan assesmen prioritas secara umum atas proyek-proyek pembangunan yang akan dilaksanakan di tiap-tiap negara peserta.

ICC-MAB merupakan pertemuan tahunan organisasi UNESCO untuk membahas pembangunan dan pengembangan cagar biosfer sebagai pemulihan ekosistem. Perlu diketahui, jumlah cagar biosfer dunia saat ini sebanyak 669 yang terbesar di 120 negara. Indonesia saat ini memiliki 11 cagar biosfer. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital