Sabtu, 8 Agustus 2026

Suksesi Gubernur Sulteng, Perlu Pertimbangkan Politik Kewilayahan

Irfan Bungaajim. Foto: istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Nama para kandidat gubernur dan wakil gubernur peridoe 2021 – 2026, sudah berseliweran di media massa. Namun suksesi yang masih berlangsung 1,8 tahun lagi, mestinya tidak hanya berbicara soal figur. Jauh di atas itu, ada pertimbangan lain yang tak kalah pentingnya untuk diwacanakan. Yakni politik keberimbangan wilayah. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Banggai Irfan Bungaajim, mengomentari nama-nama kandidat yang sudah beredar.

Menurut Irfan politik kewilayahan menjadi penting mengingat Sulawesi Tengah dengan 13 kabupaten dan satu kota pembangunan infrastrukturnya belum benar-benar merata. Di bagian kepala burung Kabupaten Bangggai yang setiap tahun menjadi tempat digelarnya Festival Pulo Dua adalah kawasan wisata yang terus dikembangkan. Sayangnya, ungkap mantan Ketua IRM Sulteng itu, kondisi jalan untuk menunjang mobilisasi ke pusat wisata itu masih memprihatinkan. Padahal kata dia, bagian timur Sulawesi Tengah, seperti Morowali dan Banggai adalah penyumbang pundi-pundi yang besar untuk menggerakkan pembangunan di daerah ini.

Kaitannya dengan suksesi, ungkap lulusan IAIN Palu ini, ia ingin ada figur-figur kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari kawasan timur Sulawesi Tengah. Banyak tokoh tokoh mumpuni yang bisa diandalkan untuk menduduki jabatan gubernur dan wakil gubernur. Tokoh tokoh itu antara lain, mantan Bupati Banggai Ma’mun Amir dan Sofyan Mille, Bupati dan Wakil Bupati Banggai saat ini, Herwin Yatim dan Mustar Labolo serta mantan Ketua DPRD Sulteng Murad U Nasir dan mantan Bupati Morowali Anwar Hafid, Lania Lanosa serta sejumlah tokoh lainnya.

Baginya, politik berdasarkan refresentasi wilayah menjadi penting, mengingat Sulteng sendiri dengan komposisi wilayah, etnis dan penduduk yang beragam, harus tergambar dari komposisi kepemimpinan politik yang beragam pula. ”Saya hanya mau bilang, Sulawesi Tengah itu, bukan hanya, palu, Sigi, Donggal dan Parigi Moutong. Tapi ada juga Buol, Banggai dan lainnya. Dari sisi itu, maka politik berdasarkan wilayah penting untuk kita pikirkan bersama,” katanya bijak. (kia/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital