Sabtu, 8 Agustus 2026

MA Tolak Gugatan 02 Soal Administratif Pilpres 2019

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima gugatan administratif yang mereka layangkan ke Mahkamah Agung (MA) ditolak. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA– Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan sengketa dugaan pelanggaran administratif pilpres 2019 yang diajukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selaku pihak pemohon, yakni Ketua BPN Djoko Santoso dan Sekretaris BPN Hanafi Rais. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) menjadi pihak termohon.

“Putusannya tidak diterima karena ada kekurangan formil,” kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Kamis (27/6/2019).

Andi menjelaskan, Kekurangan formil yang dimaksud adalah gugatan tidak lengkap, tidak tepat, atau salah gugat. Hal ini setelah MA memverifikasi terkait permohonan sengketa administratif yang dimohonkan oleh kubu Prabowo-Sandi.

“Dengan demikian, MA tidak berwenang mengadili perkara tersebut dan dinyatakan tidak diterima,” jelas Andi.

Dari salinan putusan, tertulis permohonan sengketa pelanggaran administratif pemilu 2019 tersebut atas putusan Bawaslu nomor 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tertanggal 15 Mei 2019. Perkara diputuskan tak diterima dengan pemohon yang mengajukan adalah Ketua BPN Djoko Santoso.

“Menyatakan, permohonan Pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum yang diajukan oleh Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso dan Ahmad Hanafi Rais tidak diterima,” bunyi amar putusan tersebut.

Djoko Santoso dikenai hukuman untuk membayar biaya perkara sebanyak Rp 1 juta. Penolakan atas gugatan tersebut diputuskan Rabu (26/6/2019) dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Supandi serta anggota majelis Yodi Martono Wahyunadi, Yosran, Sudaryono dan Irfan Fachruddin, serta Panitera Pengganti Kusman.

Menanggapi putusan ini, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyampaikan, pihaknya menghormati putusan MA. Politikus Gerindra ini mengaku tidak mengambil langkah lain terkait ditolaknya gugatan administratif pilpres 2019.

“Tentu kami menghormati ya, mau diapain lagi, kami sudah berusaha. Tapi, MA memutus lain, tentu ya mau enggak mau kami harus menghormati,” ucap Andre.

Andre menyatakan, pihaknya fokus menghadapi putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia berharap MK dapat memutus secara adil.

“Kami fokus di MK saja,” jelas Andre.

Sebelumnya, Bawaslu menolak permohonan BPN Prabowo-Sandi terkait dugaan kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif. Bawaslu menolak karena bukti yang diajukan tak memenuhi syarat.

Bukti-bukti yang diserahkan BPN saat itu di antaranya potongan berita-berita media massa dalam jaringan. Namun, BPN tidak menyertakan bukti yang menunjukkan kecurangan yang dimaksud.

(rid/jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital