Sabtu, 8 Agustus 2026

Suksesi Gubernur Sulteng Butuh Perpaduan Politisi dan Birokrasi


KETERANGAN PERS – Sulteng butuh pemimpin perpaduan politisi dan bikokrat. Foto: kia/PE

PALU EKSPRES, PALU – Sejumlah nama calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng, periode 2021 – 2025, telah beredar di publik. Mereka antara lain, Anwar Hafid, Nourmawati Bantilan, Ahmad Ali, Hasanudin Atjo dan Hidayat Lamakarate serta Ma’mur Amir dan beberapa tokoh lainnya. Salah satu tokoh yang juga disebut adalah mantan Wali Kota Palu, Rusdi Mastura alias Cudi.

Rusdi Mastura saat menggelar konferensi pers di Palu, 1 Juli 2019, kepada wartawan mengatakan, Sulteng saat ini sedang menghadapi masalah yang berat. Recovery pascabencana dinilai membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan visioner.

Karena itu, di tengah merebaknya sejumlah nama calon gubernur dan wakil, mantan politisi Golkar ini menyebutkan dirinya lebih ingin berbicara soal kriteria daripada membahas figur. Walaupun dinilai nama-nama yang beredar, dinilainya mempunyai kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah.

”Sulteng membutuhkan kolaborasi politisi dan birokrasi. Perpaduan keduanya diyakini mampu membawa Sulteng keluar dari belitan masalah,” katanya kepada wartawan.

Sulteng kata dia, membutuhkan pemimpin yang visioner berjiwa enterprenership. Pemimpin yang mempunyai pemikiran terobosan jauh kedepan.

”Jadi tidak bisa lagi dengan pendekatan birokrasi yang kaku. Harus mempunyai terobosan dan pendekatan enterpreneur yang kuat,” tekannya.
Cudi mengatakan, jika harus menyebut nama maka, pasangan yang cocok adalah Ahmad Ali berpasangan Hidayat Lamakarate. Kolaborasi keduanya dipandang mumpuni. Yang satunya dikenal mempunyai pemikiran yang visioner dan mempunyai kemampuan eksekusi yang baik. Sedangan pendampingnya adalah birokrat dengan pengalaman yang panjang. ”Untuk saat ini, saya kira pasangan ini cukup ideal,” jelasnya.

Terkait dirinya yang juga disebut-sebut menjadi kandidat. Cudi merespons dengan diplomatis, dirinya tidak memaksakan diri. Ia akan tunduk pada keputusan partai. Dalam politik ungkap dia, semua kemungkinan terbuka.

Namun sejauh ini, ia menyerahkan semua pada keputusan partai. Cudi mengingatkan, agar kompetisi nantinya dijauhkan dari politik sara. ”Jangan ada politik kesukuan yang mencuat. Kita adu gagasan dan ide. Bukan soal suku atau agama. Saya melarang politik macam itu,” pungkasnya. (kia/PALU EKSPRES)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital