Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Dugaan Fiktif Dana Parpol, Alfret Lepas Tangan

Mantan Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Parimo, Alfret Tonggiro. Foto: Aswadin/PE

PALU EKSPRES, PARIGI– Mantan Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Parimo, Alfret Tonggiro mengaku tak tahu sama sekali mengenai dugaan pertanggungjawaban fiktif dana bantuan Parpol di Kesbang Pol Parimo kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Parigi Moutong yang dilaporkan ke Polres Parimo.

Alfret dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Senin 22 Juli 2019, menjelaskan posisi dirinya kala itu adalah Bendahara DPC PDIP Parimo sekaitan polemik dana parpol tersebut.
Ia mengakatan pada prinsipnya sebelum mengadakan kegiatan, pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat DPC bersama pengurus.
“Jadi setahu saya mekanismenya kalau ada kegiatan tentunya ada rapat di sekretariat dan sekretariat yang mengelola keuangan itu termasuk membuat laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.

“Kalau itu dikatakan pertanggungjawaban fiktif, dimana letak fiktifnya, kemudian pemalsuanya dimana. Makanya, yang mengetahui itu bagian administrasi,” tambahnya.

Dia mengatakan, sebagai bendahara ia hanya mengeluarkan dana untuk pembiayaan lewat ketua DPC.
Laporan ke Kesbang Pol ini menurut Alfret, setiap item pembiayaan ada aturan mainnya, tidak semua kegiatan bisa didanai.

Sehingga dalam kasus ini lanjutnya, bisa saja orang yang menerima uang itu tidak sempat lagi bertanda tangan. Karena banyak orang saat menerima uang, tidak sempat lagi bertanda tangan.
“Biasanya orang karena saat menerima uang dalam jumlah ratusan ribu masih banyak orang, lalu kemudian tidak bertanda tangan misalnya, Sehingga ketika membuat laporan untuk kepentingan SPJ tanda tangan itu tidak ada, maka bisa saja terjadi dugaan pamalsuan,”jelasnya.

Menurut dia, dana bantuan Parpol untuk PDIP sebanyak Rp 84 juta. Tergantung banyaknya jumlah suara.
“Orang yang melapor ini kan orang internal partai. Kemarin dia itu melapor ke internal partai tetapi persoalan internal ini sebenarnya tidak bisa dibawa keluar, kalau kalian merasa ada hal-hal yang janggal, itu yang saya sampaikan tapi ternyata ini keluar. Dan sampai saat ini belum ada surat undangan dari pihak kepolisian,” ungkapnya. (asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital