Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Sulteng Kekurangan 811 Guru Produktif

PALU EKSPRES, PALU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulteng, H. Irwan Lahace mengakui saat ini Sulteng sedang kekurangan guru produktif untuk menunjang pendidikan vokasi di SMK.

Ia mengungkapkan, setidaknya Sulteng masih kekurangan sekitar 811 guru produktif saat ini. “Kita untuk guru produktif kekurangan 811 orang untuk SMK se-Sulteng,” kata Irwan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 2 September 2019.

Ia menuturkan, memang telah ada program dari pemerintah yang dapat menjadi solusi terkait kondisi kekurangan guru produktif tersebut. Yakni dengan mendorong guru berkeahlian ganda, seperti guru-guru dari SMA untuk menjadi guru produktif di SMK.

Namun persoalannya lagi, lanjut Irwan, adalah perguruan tinggi di Sulteng saat ini, seperti Universitas Tadulako (Untad) belum bisa melaksanakan program terkait hal itu. Selain itu, untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga dibutuhkan waktu sekira 8 bulan. Terkait hal ini, ia mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan Untad agar bisa segera diprogramkan. “Guru produktif ini bila yang ingin mengikuti keahlian ganda tadi itu memerlukan waktu sekitar 8 bulan,” imbuh Irwan.

Irwan juga mengakui, kondisi kekurangan guru produktif di SMK tersebut, memaksanya untuk mengusulkan kepada Gubernur Sulteng agar menunda perizinan jika ada masyarakat yang mengajukan untuk membangun SMK baru.
“Terutama yang kita belum tahu persis jurusan apa yang mereka ingin bangun. Itu kita tunda dulu sambil kita membenahi persoalan guru,” tegasnya.

Masalah lainnya, lanjut Irwan adalah adanya regulasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) yang sampai sekarang belum dicabut terkait larangan pengangkatan honorer di daerah. Sementara di sisi lain, Kemendikbud membuka peluang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan sebesar 15 persen untuk pembiayaan guru honorer. Terkait hal ini, Irwan menyebutkan Gubernur telah memerintahkannya bersama BKD dan Bappeda untuk berkoordinasi dan menanyakan ke Kemen-PAN RB. Karena untuk pemenuhan melalui tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sulteng oleh BKD hanya diberi jatah sekira 100 orang. “Mungkin jalan satu-satunya dimintakan dengan pusat harus membuka keran betul-betul ini. Karena ini kebutuhan mendesak, apalagi menunjang Inpres nomor 9 tahun 2016 yaitu Revitalisasi SMK, dan ini harus dijawab,” pungkasnya. (abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital