Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Pasha Sebut Dana Bencana Lambat karena Birokrasi

SERAHKAN BANTUAN – Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyerahkan bantuan pembangunan masjid Nur Ilahi disaksikan Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said, Rabu 23 Oktober 2019. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said menyatakan, salahsatu penyebab lambatnya dana pemulihan bencana ke Kota Palu karena birokrasi yang berbelit-belit. Menurut dia, dana bantuan kebencanaan pada dasarnya telah tersedia dari pemerintah pusat. Namun sebelum disalurkan pemerintah harus memenuhi semua ketentuan terkait administrasi untuk kepentingan pertanggungjawaban.
“Sebenarnya dana itu sudah lama ada, namun proses birokrasi yang membuatnya menjadi lama,” sebut Pasha, sapaan akrabnya dalam acara penyerahan bantuan pembangunan masjid Nur Ilahi Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore Palu, Rabu 23 Oktober 2019.

Pasha kemudian mengapresiasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atas bantuan dana pembangunan masjid Nur Ilahi sebesar Rp2,7milyar lebih. Bantuan itu disalurkan melalui Lembaga Zakat Infaq dan Sadakah Muhammadiyah (Lazismu). Bantuan itu ujar Pasha menjadi bagian dari proses pemulihan dampak bencana.

Kepala BPKH Anggito Abimayu, menjelaskan, bantuan tersebut merupakan dana haji yang disisipkan untuk kemaslahatan umat. Salahsatunya dibagikan untuk pembangunan dan rehabilitasi masjid terdampak bencana di Palu. “Kami bagikan untuk kemaslahatan. Semoga ini menjadi ladang untuk beramal,”katanya.

Sejauh ini BPKH menurut dia telah mengelolah dana haji sebesar Rp15triliun lebih. Termasuk dana haji dari wilayah Sulawesi Tengah. Anggito mengaku sejak tanggap darurat bencana, pihaknya bersama mitra juga pernah memberi bantuan kebencanaan. Rencananya bantuan pembangunan dan rehabilitasi masjid masih akan dilakukan sambil menunggu informasi dari lembaga yang menjadi mitra BPKH.
“Dan bantuan rehabilitasi masjid ini masih menjadi bagian dari pemulihan bencana,”katanya.

Untuk diketahui, masjid Nur Ilahi yang terletak di Jalan Cendrawasih Palu membutuhkan sedikitnya anggaran sebesar Rp4milyar. Masjid ini akan direhabilitasi menjadi dua lantai. Sementara dana yang terhimpun sejauh ini belum memadai untuk menyelesaikan pembangunannya.
“Insyaallah dengan bantuan dari BPKH, biaya pembangunan bisa terpenuhi,”kata pengurus masjid. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital