Jumat, 18 September 2026
Palu  

Penghapusan Eselon III dan IV Sulit dilakukan di Palu

sekkot asri

PALU EKSPRES, PALU- Rencana pemerintah untuk menghapus jabatan setingkat eselon 3,4 dan 5 sulit dilakukan untuk lingkungan Pemkot Palu. Pasalnya pemerintah belum menyediakan kotak jabatan fungsional untuk pengalihan pejabat dari jabatan eselon tersebut. Utamanya untuk jabatan camat dan lurah.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, H Asri berpendapat, kebijakan itu perlu dipertimbangkan dan dikaji secara mendalam. Namun bukan berarti tidak boleh. Pemerintah perlu menyediakan terlebih dahulu perangkat pengalihan.

“Ini masih perlu dipertimbangkan secara matang. Siapa yang mau bertanggung jawab di wilayah kalau jabatan camat dan lurah dihapus. Tidak mungkin pejabat eselon II yang mengurus wilayah,”kata Sekkot, Jumat 1 November pekan lalu.

Camat dan lurah punya posisi strategis untuk melayani kebutuhan adminstrasi masyarakat ditingkat wilayah. Seperti pelayanan surat keterangan domisili, keterangan dan administrasi lainnya.

“Maksud saya tugas-tugas itu siapa nantinya yang mau kerjakan,”ujarnya.

Kebijakan demikian menurutnya kemungkinan belum bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. Kecuali ditingkat Kementerian dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Semisal dinas kesehatan, tata ruang dan badan keluarga berencana.

“Ini persoalan. Tapi kalau di kementerian atau OPD seperti badan dinas dan kantor teknis ini boleh. Karena hanya ada eselon II dan dibawahnya ada jabatan fungsional. Kalau saya anggap ini memang lebih bagus,”katanya.

Dia mengatakan penghapusan eselon 3 dan 4 perlu kajian sekaitan pengalihan jabatan. Pemerintah harus membentuk dulu jabatan fungsional apa saja yang dibutuhkan pada suatu daerah.

“Jabatan fungsional yang ada saat ini saja banyak yang tidak tertarik. Karena tunjangan kecil belum lagi proses kenaikan pangkat yang berbelit belit.

Kondisi saat ini menurutnya pejabat lebih dominan dalam jabatan fungsional administrasi. Tidak mungkin kata dia pengalihan eselon 3 dan 4 seluruhnya ditempatkan dalam jabatan administrasi jika kebijakan itu diterapkan.

” Tidak mungkin sekian banyak orang itu mau jadi fungsional semua. Kalau isntansi teknis lebih bagus untuk fungsional. Seperti dinas kesehatan badan, KB dan tata ruang,”jelasnya.

Masih menurut Sekkot, jika lurah dan camat dihapus maka jabatan fungsional harus dientukan dulu. Dititik ini biasanya akan diterbitkan aturan invasi. Atau penyesuaian. Akan tetapi meski ada aturan invasi, tetap saja tak ada tempat penyesuaian sebelum jabatan fungsional dibentuk.

Masalahnya lagi, untuk penentuan jabatan fungsional urai Sekkot tak bisa dilakukan pemerintah daerah. Karena hal itu kewenangan pihak Kemenpan-RB. Jabatan fungsional memang sudah banyak yang dibentuk Kemenpan- RB. Akan tetapi katanya sumber daya manusia di daerah belum bisa menjangkau jabatan jabatan teknis tersebut. Karena tidak punya keahlian dijabatan itu.

“Seandainya jabatan fungsional ini tidak dibentuk dulu, maka eselon 3 dan 4 tidak bisa bekerja,”katanya.

Saat inipun seluruh staf yang ada disebut jabatan fungsional umum. Namun penjelasan fungsional umum ini belum diatur lebih detail oleh pemerintah. Jabatan fungsional pun harus punya sertifikasi seperti yang dilakukan untuk tenaga guru.

“Fungsional umum ini apa? Kalau kementerian mungkin karena sudah banyak jabatan fungsional disana. Kita di daerah belum ada diskusi soal ini. Ya menunggu pedoman baru bisa dilaksanakan,”paparnya.

Sekkot juga menyebut, jika pola demikian ditetapkan dilingkungan sekretariat, maka dipastikan urusan pemerintahan tidak dapat berjalan baik. Karena hanya akan ada pejabat eselon II yakni sekrtaris daerah, asisten dan staf ahli.

“Ini yang terutama di sekretariat. Pasti kacau kalau mau dilaksanakan.
Eselon II yang ada hanya Sekda, asisten dan staf ahli. Yang dibawah fungsional mau seperti apa nantinya,”sebutnya lagi.

Sejauh ini jumlah pejabat dalam eselon IV sebanyak 400an dari OPD sampai lurah dan camat. Sedangkan eselon III sebanyak 90an orang. Sementara jabatan fungsional yang ada jumlahnya sangat terbatas.

“Yang ada sekarang di sekretariat  hanya ada fungsional arsiparis,”demikian Sekkot.

Presiden RI Jokowi dalam pidatonya usai dilantik sebagai sebagai Presiden 2019-2024, Minggu 20 Oktober 2019 mengemukakan rencana penyederhanaan eselon tersebut.

Jokowi menyebut tingakatan eselon terlalu banyak. Perlu disederhanakan menjadi dua level yakni eselon 1 dan 2. Untuk eselon 3,4 dan 5 dialihkan menjadi jabatan fungsional untuk menghargai keahlian dan kompetensi. (mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam