Sabtu, 8 Agustus 2026

Inflasi Kumulatif 2,30 Persen, Pemprov Sulteng Berhasil Kendalikan Inflasi selama 2019

PALU EKSPRES, PALU – Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,83 persen selama Desember 2019. Kondisi ini dialami Kota Palu kurun waktu tiga tahun terakhir yang tercatat selalu mengalami trend yang sama di bulan Desember.

Namun pada periode Desember 2019 Kota Palu mengalami inflasi terendah sebesar 0,83 persen, bila dibandingkan periode yang sama ditahun 2018 dan 2017 yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,1 persen dan 1,87 persen.  Sementara laju inflasi tahun kalender dan inflasi year on year hingga Desember 2019 mencapai 2,30 persen.
“Angka ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir, dimana laju inflasi tahun kalender dan inflasi year on year periode yang sama ditahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar 6,46 persen dan 4,33 persen,” kata Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar saat memaparkan press releas BPS, Kamis (2/1/2020) di aula kantor BPS Sulteng.

Sebagai catatan katanya, inflasi Kota Palu tergolong lebih tinggi dari angka inflasi nasional. Tetapi Faisal memberi apresiasi terhadap angka inflasi bulan ini, di mana jika melihat series inflasinya, angkanya bulan Desember 2019 lebih rendah dibanding tahun tahun sebelumnya.
“Ini upaya dari TPID menstabilkan harga-harga jelang natal dan tahun baru,” kata Faisal yang didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng G.A. Nasser.

Apresiasi selanjutnya kata Faisal adalah angka inflasi tahun kalender dan year on year adalah 2,30 persen.
“Ini artinya lebih rendah dari nasional sekaligus lebih rendah dari target inflasi kumulatif oleh pemerintah daerah dan BI, yakni 2,50,” kata Faisal.

Sementara itu, Kepala Statistik Distribusi BPS Sulteng G. A Nasser menjelaskan selama Desember 2019, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,83 persen. Hal itu dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,68 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,77 persen, kelompok bahan makanan 0,63 persen, kelompok kesehatan 0,47 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,15 persen.
“Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan ini relatif stabil, sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,12 persen,” ujarnya.

Pada periode yang sama lanjutnya, inflasi year on year Kota Palu mencapai 2,30 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok sandang sebesar 5,06 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 1,13 persen.

Menurutnya, inflasi Kota Palu sebesar 0,83 persen disumbangkan oleh andil kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,48 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,18 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif stabil, sedangkan kelompok sandang memberikan andil negatif sebesar 0,01 persen. Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain tarif angkutan udara sebesar 0,50 persen, ikan selar 0,34 persen, ikan layang 0,14 persen, ikan cakalang 0,12 persen, sate 0,09 persen, rokok putih 0,06 persen, ikan kembung 0,06 persen, bawang merah 0,03 persen, telur ayam ras 0,03 persen, dan jeruk nipis 0,03 persen.

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain cabai rawit 0,48 persen, ikan ekor kuning 0,07 persen, cabai merah 0,06 persen, tomat buah 0,05 persen, nangka muda 0,03 persen, ikan mujair 0,02 persen, telepon seluler 0,02 persen, apel 0,02 persen, terong panjang 0,02 persen, dan buncis 0,01 persen. (fit/palu ekspres)

Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Palu selama 2019

Januari 0,21
Februari -0,29
Maret -0,45
April 0,72
Mei 0,97
Juni 0,90
Juli -0,08
Agustus 0,31
September -0,35
Oktober -0,20
November 0,27
Desember 0,83
Sumber BPS Sulteng

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital