Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Lokasi Likuefaksi Petobo – Balaroa Jadi Memorial Park

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menegaskan peruntukan lahan eks terdampak likuefaksi di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan dan Balaroa Kecamatan Palu Barat. Dua lokasi itu menurutnya sudah disepakati menjadi memorial park untuk mengenang bencana tahun 2018. Akan tetapi Longki menyebut, kepastian hukum status lahan milik masyarakat di dua lokasi itu, sejauh ini belum ditetapkan.

Menurutnya semua lahan tersebut masuk dalam zona rawan bencana (ZRB). Statusnya hukumnya perlu dibicarakan secara khusus dengan Bupati dan Wali Kota Palu.
Hal itu ia tegaskan dalam rapat bersama dengan Kepala Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulteng, Dedy Permadi, Jumat 31 Januari 2020 di ruang kerjanya. “Mengenai kepastian status hukum tanah masyarakat yang berada pada ZRB lanjutnya akan dibicarakan khusus dengan Bupati dan Walikota Palu,” tegas Longki.

Penegasan ini disampaikan untuk menjawab harapan Kasatgas PUPR tentang perlunya status hukum tanah masyarakat di eks likuefaksi Petobo dan Balaroa. Terkait kendala dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan Satgas PUPR saat ini umumnya bersifat non teknis. Hal ini katanya perlu pemahaman seluruh pemangku kepetingan. Artinya masalah dan kendala tersebut berada pada kewenangan Wali Kota Palu dan Bupati.

Longki dalam kesempatan itupun meminta Satgas PUPR segera  menyampaikan kendala tersebut secara tertulis. Sehingga bisa menjadi dasar pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti kepada Walikota Palu dan Bupati kabupaten terdampak lainnya.

Sementara terkait progres pembangunan Gumbasa oleh PUPR, Longki mengaku kini sudah mulai dinikmati masyarakat dengan adanya kegiatan menanam jagung.
Sementara pembangunan kembali wilayah tangguh bencana yang sudah ditetapkan, Longki pun mendukung PUPR yang menggandeng Ombudsman untuk mendampingi. “Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan memonitoring seluruh kegiatan percepatan pemulihan dampak bencana agar  dapat terlaksana sesuai progress yang sudah ditetapkan,”demikian Longki.

Dedy Permadi dalam kunjungan itu datang bersama pihak World Bank , Kementrian Keuangan dan Kementrian dalam Negeri. Tujuannya untuk membahas proses percepatan pemulihan dampak bencana termasuk pelaksanaan Bantuan World Bank. 
Dedy meminta masukan dan dukungan penyelesaian kendala yang dihadapi terkait dengan pembangunan perumahan, bangunan gedung, jalan dan jembatan. Untuk pembangunan Hunta kata dia akan dulakukan dua tahap. Tahap I PUPR akan membangun sebanyak 1.610 unit Huntap. Sedangkan tahap II sebanyak 7.178 unit.

Adapula bantuan Huntap dari Yayasan Budha Tzu Chi sebanyak 3000 unit. Sehingga total Huntap yang bisa terpenuhi sebanyak 11.788 unit. Jumlah ini menurutnya sudah sesuai kebutuhan yang ditetapkan Gubernur atas usulan Walikota dan Bupati Sigi dan Donggala ,
Dedy mengaku terdapat beberapa kendala  pembangunan Huntap tersebut. Misalnya terkait dengan tanah dan fasilitas pendukung. Seperti di lokasi Huntap Pombewe sangat kesulitan mencari sumber air bersih.

Di Huntap Kelurahan Duyu masih ada permasalahan lokasi yang di komplain masyarakat. Selanjutnya bahwa Lokasi Huntap belum singkron dengan sistem pemukiman kota terkait dengan drainasenya.

Ia berharap kedepan kawasan Huntap bisa masuk pada sistem pemukiman perkotaan dengan ketersediaan sanitasi yang baik dan ketersedian tempat pembuangan sampah dan fasilitas umum lainnya.

Dedy Permadi pun meminta keseriusan Bupati dan Walikota Palu untuk menerbitkan SK terkait penyintas penerima Huntap, Huntap satelit dan Huntab mandiri.
“Dengan begitu diperoleh kejelasan berapa kebutuhan Huntap yang harus disiapkan,”kata Dedy. Berikutnya perlu ada kepastian dari pemerintah terkait dengan status tanah masyarakat yang berada pada zona rawan bencana (ZRB). Dedy juga menyampaikan terkait dengan pembangunan gedung- gedung pemerintahan perlu dukungan ANDAL dan ANDAL LALIN.

“Hal itu kiranya dapat didukung Pemda dalam penyusunanya dan kepastian kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Anuntaloko Palu Kepala Dinas Bina Marga Sulteng,  Syafullah Djafar menjelaskan, bupati dan Wali Kota Palu dapat mensosialisasikan ZRB kepada masyarakat atas hasil kajian yang ditetapkan di Kantor Wakil Presiden RI beberapa waktu lalu.
Sambil menunggu penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang rencana detail tata ruang (RDTR ) Probinsi Sulteng yang saat ini prosesnya masih menunggu persetujuan subtansi Pemerintah Pusat .

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulteng,  Elim Somba mengaku perlu adanya  penyampaian pemahaman bagi pemangku kepentingan terkait dengan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Anuntaloko Palu. Sehingga kata dia dukungan bantuan dari JICA dan World Bank dapat berjalan dengan baik dalam perbaikan kembali Rumah sakit Anuntaloko Palu. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization