Minggu, 9 Agustus 2026

Jumlah Kasus Infeksi Menurun, Wabah Virus Korona Bakal Berakhir April?

PALU EKSPRES – Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Rabu (12/2/2020) memberikan kabar melegakan. Mereka melaporkan adanya catatan penurunan jumlah kasus penyebaran virus Korona jenis baru. Catatan itu bahkan yang terendah sejak Januari 2020. Analisis itu memberikan kepercayaan kepada prediksi bahwa wabah itu bisa berakhir pada April 2020.

Namun, para pakar internasional tetap khawatir dengan penyebaran virus yang kini telah menewaskan 1.115 orang. Penasihat medis terkemuka Tiongkok Zhong Nanshan, mengatakan pada Selasa (11/2/2020), jumlah kasus baru turun di beberapa provinsi dan memperkirakan epidemi akan mencapai puncaknya pada bulan ini.

“Saya berharap wabah ini atau peristiwa ini dapat berakhir pada April,” beber Zhong seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (12/2/2020).

Zhong yang juga ahli epidemiologi juga pernah mengatakan kepada Reuters. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap meminta masyarakat dunia waspada.

“Dunia harus bangkit dan menganggap virus ini sebagai musuh publik nomor satu, vaksin masih 18 bulan lagi,” sebut pejabat WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Di lain sisi, saat ditanya tentang prediksi Zhong bahwa virus akan berakhir pada April, Kepala Petugas Medis Australia, Brendan Murphy, mengatakan terlalu dini untuk mengatakan itu. “Saya pikir kita harus menonton data dengan sangat cermat selama beberapa minggu mendatang sebelum kita membuat prediksi,” katanya kepada Australian Broadcasting Corp pada Rabu (12/2/2020), sambil memuji upaya Tiongkok untuk menangani virus Korona.

Total kasus virus Korona di Tiongkok kini mencapai lebih dari 44 ribu orang yang terinfeksi. Termasuk 2.015 kasus baru yang dikonfirmasi pada Selasa (11/2/2020). Jumlah itu diklaim lebih rendah sejak Januari 2020.

Dalam laman South Morning China Post, per Rabu (12/2/2020) korban jiwa akibat wabah Coronavirus telah mencapai 1.115 orang, naik 97 jiwa dari hari sebelumnya. Di seluruh daratan Tiongkok, ada 2.015 infeksi baru yang dikonfirmasi pada Selasa (11/2/2020), terendah sejak 30 Januari. (jawa pos)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital