PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Efendi Batjo kepada wartawan di Parigi, Rabu 18 Maret 2020 mengatakan, Parigi Moutong saat ini sedang melakukan pengembangan bibit rumput laut untuk mendukung peningkatan produksi.
Desa Ogotion Kecamatan Mepanga kata dia, didorong menjadi kebun bibit percontohan. Desa tersebut menurutnya cukup unik, karena setiap tahunnya rumput laut bisa tumbuh dan tidak mengenal musim tanam.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Made Kornelius mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong memproduksi komoditas rumput laut sekitar 13 ribu ton daun basah tahun sebelumnya.
Menurut Made, rumput laut merupakan salah satu komoditas sektor perikanan yang cukup digemari walaupun masyarakat pesisir belum semua melakukan budidaya.
“Petani rumput laut saat ini mengembangkan dua jenis rumput laut yakni, jenis eucheuma spinosum dan eucheuma cottoni,” ungkapnya.
Menurutnya, Kabupaten Parigi Moutong sangat potensial untuk pengembangan budi daya komoditas rumput laut yang didukung dengan garis pantai sepanjang 472 kilometer yang membentang dari arah selatan dan ke arah utara, serta berada dalam kawasan Teluk Tomini.
Sejumlah wilayah di pesisir Teluk Tomini sebut Made telah membudidayakan komoditas tersebut. Adapun area pengembangannya berada di wilayah Kecamatan Kasimbar, Sausu, dan Mepanga.
“Dari dua sepesis yang dikembangkan produksi rumput laut jenis eucheuma cottoni lebih besar yakni, 12 juta kilogram lebih atau sekitar 12 ribu ton,” jelasnya.
Sedangkan untuk produksi eucheuma spinosum lanjut dia, hanya sekitar 722 ribu kilogram atau 722 ton pertahun. Dua jenis rumput laut yang tengah dikembangkan saat ini berkualitas ekspor dengan harga jual Rp 18 ribu hingga Rp 18. 500 perkilogram jenis cottoni dalam bentuk daun kering.
Kemudian, untuk kepentingan bibit atau daun basah tambahnya, dijual dengan harga Rp 2.500 perkilogram. Sedangkan jenis spinosum dijual dengan harga Rp 3.000 sampai Rp 3.500 perkilogram daun kering dan daun basah di jual Rp 1.500 perkilogram.
“Rumput laut Parimo ini dijual langsung ke Makassar Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, sebelum diekspor ke luar negeri,” sebut Made. (asw/palu ekspres)






