Jumat, 18 September 2026

Terkait Covid 19, BI Edarkan Uang Rupiah Higienis

BI

PALU EKSPRES, PALU– Untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang terhambat akibat pandemi virus COVID-19, Bank Indonesia (BI) terus memberlakukan kebijakan moneter yang akomodatif dan konsisten.

Hal ini diwujudkan melalui kebijakan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25persen.

Kebijakan penurunan suku bunga ini  juga diikuti dengan perluasan kebijakan insentif serta tujuh langkah untuk memperkuat stabilitas pasar uang dan sistem keuangan.  Mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung upaya mitigasi penyebaran COVID-19 yang dilakukan diantaranya dengan menurunkan biaya sistem kliring dan selalu menyediakan uang yang higienis.

Memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka menjaga kelancaran transaksi dengan media pembayaran yang higienis sebagai upaya mitigasi penyebaran COVID-19. Hal ini dilakukan melalui :

Ketersediaan uang layak edar yang higienis, layanan kas, dan backup layanan kas alternatif, serta menghimbau masyarakat agar lebih banyak menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai.

Mendorong penggunaan pembayaran nontunai dengan menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dari perbankan ke Bank Indonesia yang semula Rp600 menjadi Rp1 dan dari nasabah ke perbankan semula maksimum Rp3.500 menjadi maksimum Rp2.900, berlaku efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

Mendukung penyaluran dana nontunai program-program Pemerintah seperti Program Bantuan Sosial PKH dan BPNT, Program Kartu Prakerja, dan Program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulawesi Tengah menjamin ketersediaan uang layak edar di seluruh kabupaten dengan pelaksanaan dan pengawasan tugas kas titipan. 

Saldo di seluruh lokasi kas titipan KPw BI Sulteng  sampai saat ini berada di posisi yang aman.

Kepala Perwakilan BI Sulteng Abdul Majid Ikram mengatakan, dalam pengedaran uang rupiah tersebut BI  telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang Rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang Rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran COVID-19.

Yaitu dengan melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR berupa karantina selama 14 (empat belas) hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

Kemudian memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang Rupiah.
Melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang Rupiah dengan memerhatikan aspek K3 dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang Rupiah.

Menurutnya BI juga terus mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai sebagai bagian dari upaya mitigasi penularan COVID-19. Selain menurunkan biaya SKNBI, BI juga terus mengkampanyekan penggunaan sistem pembayaran non-tunai di masyarakat.

Penggunaan alat pembayaran non-tunai baik berbasis kartu ataupun uang elektronik menggunakan media pembayaran yang lebih personal dan tidak berpindah tangan secara luas di masyarakat sehingga dapat mencegah penularan virus melalui sentuhan.

Namun untuk memastikan kelancaran sistem pembayaran non-tunai di masyarkat, BI memastikan seluruh sistem layanan berjalan normal.

Mulai dari layanan BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), transaksi operasi moneter Rupiah dan valas yang didukung sistem Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) serta Layanan penarikan dan penyetoran uang Rupiah dari perbankan/PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah.

Dengan memperhatikan unsur K3 (Keamaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja).

BI Sulteng pun menurutnya terus membangun koordinasi dengan tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) danakan terus menjaga kestabilan harga sesuai dengan kisaran target inflasi tahunan nasional.

Perubahan harga kebutuhan pokok di Sulteng katanya cenderung stabil dengan tingkat inflasi gabungan per Februari 2020 sebesar 2,84% (yoy) jika dilihat secara tahunan dan 0,27% (ytd) jika dilihat secara akumulatif.

Pencapaian inflasi gabungan Sultebg pada periode laporan tersebut masih berada dalam sasaran tahunan inflasi nasional yaitu 3±1% (yoy).

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali Bank Indonesia bersinergi dengan pemerintah daerah dalam TPID akan terus memastikan kestabilan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok di masyarakat.

Pemerintah juga akan memastikan tidak terjadinya penimbunan dan menindak tegas kecurangan yang dapat menganggu rantai pasokan bahan pokok di Sulteng.

Karena itu Abdul Majid Ikram memgimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Atau membeli berbagai kebutuhan secara berlebihan untuk menghindari kelangkaan barang dan permainan harga dari oknum pedagang.

“Jika masyarakat dapat berbelanja dengan bijak dan sewajarnya maka pasokan barang yang masuk ke Sulteng akan dapat terus mencukupi kebutuhan masyarakat dan harga di pasar pun akan stabil terkendali,”demikian Abdul Majid Ikram. (*/mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam