Minggu, 5 April 2026
Palu  

Disupport Kwarcab Pramuka Kota Palu, Alumni SMKN 5 Palu Produksi 1000 Masker untuk Disumbangkan

SMK

PALU EKSPRES, PALU-Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palu, Sulteng,  akan memproduksi 1000 masker untuk disumbangkan kepada masyarakat. Ini adalah bentuk partisipasi para alumni dalam mencegah penyebaran virus korona (Covid 19) di Kota Palu.

Para alumni menamai insiatif itu dengan hastag “Gerakan 1000 masker Lawan Covid-19”. Tempat produksinya di rumah salahsatu alumni, Kompleks Perumahan Dosen Blok A1 nomor 18 Keluragan Tondo Kecamatan Mantikulore Palu.

“Ini bentuk dukungan kami  dari alumni  kepada pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di daerah kita,” ujar Ketua Panitia Reuni Akbar SMKN 5 Palu, Moh. Yamin, Selasa 31 Maret 2020.

Untuk memulai produksi masker, pihaknya kata Yamin menggunakan dana partisipasi alumni. Serta mendapat dukungan berupa alat dan bahan dari tim gerakan pramuka peduli pencegahan Covid-19. Sebuah gerakan peduku di bawah naungan Pramuka Kwartir Cabang Kota Palu, yang diketahui H. Nanang.

“Alhamdulillah, sejalan dengan proses ini, kami telah mendapat dukungan dari Kwarcab Kota Palu berupa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan masker,” terangnya.

Yamin berkata, waktu untuk produksi diperkirakan menelan waktu sepekan kemudian. Rencananya masker akan didistribusikan kepada tenaga medis di Rumah Sakit (RS) rujukan penderita Covid-19. Kepada para relawan pencegahan Covid-19, petugas bandara, dan masyarakat yang memiliki resiko  terjangkit.

Menurutnya, alumni sedianya akan menggelar reuni akbar pada 1 Juli 2020 mendatang. Sejauh ini persiapan reuni sudah berjalan 50 persen. Namun tiba tiba, virus korona menyebar hingga ke Kota Palu. Paska penetapan status darurat nasional, rencana itu kemudian tertunda.

“Untuk menjaga soliditas alumni, panitia reuni berinisiatif  untuk terus melaksanakan kegiatan. Hingga memutuskan untuk berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19,”ujarnya.

Tambah lagi, di Kota Palu semakin hari menunjukan peningkatan kasus Covid-19 yang diikuti terjadinya kelangkaan masker dipasaran.
Inilah kemudian yang mendasari panitia untuk memproduksi masker.

“Kami khawatir dan merasa terpanggil untuk mengambil peran,”jelasnya.

Dalam upaya ini, alumni SKMN 5 Palu menggunakan mesin jahit seadanya.
Dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para alumni yang sehari-hari memang berprofesi sebagai tukang jahit.

Produksi masker inipun tambah Yamin menjadi bagian kreatifitas alumni saat pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah demi memutus rantai penyebaran dengan memberlakukan  Work  From Home (WRH) atau mengimbau masyarakat  di rumah saja.

“Dari pada di rumah tidak ada aktivitas yang berarti,  maka itulah yang kami manfaatkan untuk mengajak rekan-rekan alumni yang ahli dibidang menjahit, dan  Alhamdulillah,  mereka siap secara sukarela mengisi waktu mereka dengan gerakan kemanusiaan ini,” jelasnya.

Dengan hastag gerakan 1000 masker untuk melawan covif 19 ini, Yamin berharap pihaknya bisa ikut berkontribusi bersama pemerintah dalam memutus penyebaran covid 19.

Dan jika memungkinkan, masker yang akan diproduksi nantinya bisa lebih dari 1000 lembar. Terlebih jika ada pihak yang ingin membantu dalam bentuk donasi mendukung kelanjutan program tersebut.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh Kwarcab Kota Palu yang berjanji akan melajutkan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Meski sudah mencapai 1000 masker, tetapi masih saja kekurangan  dan kemudian ada pihak yang mau mendukung kelanjutannya, kami akan terus lakukan demi untuk masyarakat,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)